Rabu, 10 April 2013 - 10:19:24 WIB



RANGKASBITUNG, BP- Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya menegaskan akan segera memanggil Kepala Desa (Kades) Wantisari, Kecamatan Leuwidamar. Pemanggilan kades itu berkaitan dengan adanya dugaan pungutan pada program Proyek Nasional Agraria (Prona) di desa tersebut.

“Besok (hari ini, red) akan saya panggil kepala desanya,” tegas Bupati Mulyadi Jayabaya, Selasa (9/4). Program Prona kata Jayabaya, merupakan program Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk membantu masyarakat dalam menerbitkan sertifikat tanah warga yang kurang mampu. Dalam program Prona, kata dia, seluruh biaya penerbitan sertifikat ditanggung pemerintah. Karena itu, lanjut Bupati Jayabaya, tidak dibenarkan adanya praktek pungutan, kecuali biaya tertentu yang ditanggung pemohon.

“Kita banyak terbantu dengan program sertifikasi tanah ini. Sebab sebelumnya kepemilikan sertifikat tanah di Lebak hanya sekitar 12 persen, tapi setelah ada Prona meningkat menjadi sekitar 42 persen,” kata Jayabaya. Memang, Bupati Mulyadi Jayabaya, program tersebut tidak sepenuhnya gratis, karena ada syarat administrasi lain yang harus ditanggung pemohon. Contohnya lanjut Jayabaya, yaitu biaya materai, dokumen dan identitas pendukung pemohon.

“Jangan sampai nilainya mencapai Rp500 ribu, kalau segitu nilainya mah sama saja memperkaya diri sendiri,” imbuhnya. Sekedar diketahui, sejumlah warga Desa Wantisari, Kecamatan Leuwidamar mengeluh. Pasalnya, Prona di Desa Wantisari diduga dikenakan biaya sebesar Rp500 ribu per sertifikat. Sementara itu, menurut Kasi Hak Atas Tanah BPN Kabupaten Lebak, Indra Fernando mengatakan, Prona sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah melalui APBN.

Namun demikian ada biaya yang harus dipenuhi pemohon, diantaranya materai, foto copi KTP dan surat pendukung pemohon lainnya. “Untuk program Prona tidak boleh ada pungutan,” tegasnya.(ADE/RIS/MOR)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus