Kamis, 18 April 2013 - 11:52:46 WIB



TIGARAKSA, BP - Tidak heran jika masih banyak warga kurang mampu yang mengeluhkan buruknya pelayanan kesehatan, terutama menyangkut jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) di Kabupaten Tangerang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengakui, masih minimnya sosialisasi Jamkesmas dan Jamkesda. Sejauh ini, Jamkesmas dan Jamkesda baru bisa disosialisasikan di tiga kecamatan dari 29 kecamatan di daerah yang baru saja sukses menggelar sukseski kepimpinan tersebut.

"Kami menyadari masih banyak masyarakat yang belum tahu cara mengurus kartu Jamkesmas atau Jamkesda," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Jamkes Dinkes Kabupaten Tangerang, Drg Etta Darmayanti, di ruang kerjanya  Rabu (17/4).

Menurut Darmayanti, sosialisasi Jamkesmas dan Jamkesda dilakukan secara bergiliran untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat kurang mampu yang hendak mengurus atau prosedur mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Saat ini baru tiga kecamatan yang tersentuh sosialisasi Jamkesmas dan Jamkesda, yaitu Cisauk, Balaraja dan Gunung Kaler. Hari ini (kemarin, Red) di Kecamatan Mekar Baru," katanya.

Sosialisasi Jamkesmas dan jamkesda, kata dia, didanai APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2013. Dalam sosialisasi para peserta diberikan transport sebesar Rp50 ribu. “Sosialisasi juga untuk menjawab keluhan masyarakat tentang pelayanan kesehatan,” katanya.

Masih buruknya pelayanan kesehatan mendapat sorotan dari Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang. Karena itu, DPRD berencana meminta keterangan kepada Dinkes terkait pengelolaan pelayanan kesehatan, terutama Jamkesmas dan Jamkesda kepada warga kurang mampu.

"Setiap hari kami menerima keluhan warga yang tidak punya Jamkesda, Jamkesmas,  ada mengeluhkan pelayanan kesehatan rumah sakit yang buruk. Ada juga pasien Jamkesmas yang mengeluh masih harus menebus obat, " ungkap Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Hadi Hartono, Selasa (16/4).

Sedangkan Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Naniek Isnaini mengklaim pihaknya sudah maksimal dalam mengelola pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, terutama pemegang kartu Jamkesmas dan Jamkesda.  "Setiap hari pembuatan kartu Jamkesmas dan Jamkesda dilakukan di setiap kecamatan," klaim Naniek. (K-11/ODI)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
Designed by: www.BantenWebsiteMurah.com Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net