Senin, 22 April 2013 - 12:14:25 WIB



SERANG, BP - Ratusan bidan berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Provinsi Banten resah menyusul diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 7 Tahun 2013, tentang Pedoman Pengangkatan dan Penempatan Dokter dan Bidan Sebagai PTT.

Permenkes tersebut dianggap mengancam status kepegawaian para tenaga medis yang kebanyakan bertugas di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu). Mereka khawatir tidak akan diperkerjakan lagi.

700 Bidan PTT yang tergabung dalam Forum Komunikasi Bidan PTT Provinsi Banten segera melayangkan surat ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai respon atas terbitnya Pemenkes Nomor 7 Tahun 2013 tersebut.

Ketua Forum Bidan PTT Provinsi Banten, Reni Rosalinda saat ditemui di Islamic Center, Sabtu (20/4) mengatakan, surat yang akan dikirim ke SBY itu merupakan bentuk pengaduan nasib yang akan dialami oleh 700  bidan PTT yang ada di Banten. “Saat ini Bidan PTT dari kabupaten/kota protes dengan menggelar aski penolakan atas dikeluarkannya Permenakes Nomor 7/ 2013. Karena Permenakes itu merugikan kami,” kata Reni.

Dia menjelaskan, aksi penolakan terhadap Permenakes 7/2013 dengan mengirimkan surat ke SBY itu merupakan langkah terakhir, jika pemerintah daerah kabupaten/kota tidak mendengar aspirasi mereka.

Ratusan Bidan PTT yang bertugas di Provinsi Banten, kata Reni telah mengabdi sembilan tahun. “Selama kami bertugas dan ditempatkan di  Puskesmas-puskesmas telah mengalami dua kali perpanjangan kontrak. Kalau tiba-tiba kami dipecat karena Permenakes 7/2013,  menurut kami ini tidak adil,” terangnya.

Untuk diketahui, Permenkes tersebut membatalkan Kepmenkes Nomor 683/Menkes/SK/III/2011 tentang Pedoman Pengangkatan dan Penempatan Dokter Gigi Spesialis/Dokter/Dokter Gigi dan Bidan Sebagai Pegawai Tidak Tetap. Sebab setelah dievaluasi Kepmenkes itu sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masyarakat dan pelaksanaan program sehingga perlu dilakukan perubahan.

Perubahan itu antara lain, penugasan bagi dokter PTT kriteria di tempat terpencil, sangat terpencil semula 1 tahun menjadi 2 tahun dan dokter PTT dapat memperpanjang paling banyak 1 kali masa penugasan, beberapa perubahan terkait pengangkatan dan penempatan dokter dan bidan PTT sesuai daftar terlampir.(RUS/IGO)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus