banten pos news
pasang-iklan-banten-pos-news

Kemendikbud Alokasikan Rp20 Miliar

Selasa, 23 April 2013 - 13:55:33 WIB



JAKARTA, BP - Di tengah carut-marut pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang mendapat sorotan tajam dari masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menghembuskan kabar gembira bagi guru-guru di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang belum memiliki kualifikasi pendidikan D4 dan S1. Pasalnya, pemereintah melalui Kemendikbud mengucurkan anggaran sebesar Rp20 miliar bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) melalui Universitas Terbuka (UT) bagi guru daerah 3T.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh mengatakan, beasiswa itu dialokasikan oleh Kemdikbud melalui Ditjen Dikti agar guru-guru daerah 3T bisa menyelesaikan pendidikan D4 dan S1 menjelang akhir tahun 2015, sebagaimana yang  diamanat UU Guru dan Dosen. "Ini upaya Kemendikbud mendorong para guru mencapai kualifikasi pendidikan jenjang S1 atau D4 sebagaimana diamanatkan UU Guru dan Dosen," kata M Nuh saat konferensi pers bersama Dirjen Dikti, Djoko Suyanto dan Rektor UT, Prof Tian Belawati di Kemdikbud, Senin (22/4).

Tahun ini, total anggaran BOPTN mencapai Rp2,7 triliun untuk 92 PTN. Sedangkan UT mendapatkan Rp100 miliar, dimana Rp20 miliar di antaranya diperuntukkan bagi pembebasan biaya studi guru 3T yang belum S1 atau D4.

Nantinya, setiap guru 3T akan mendapat subsidi Rp4,8 juta per tahun. Dengan anggaran tersebut, diharapkan dapat membiayai lebih dari 4.000 guru 3T. Sebab, data Kemdikbud menunjukkan, hingga 2012, baru 75 persen dari sekitar 2,9 juta guru yang memenuhi kualifikasi akademik S1 atau D4.

Dirjen Dikti, Djoko Santoso menyebutkan, alokasi BOPTN yang akan dicairkan Kementerian Keuangan pada Rabu (24/4) esok akan digunakan untuk membiayai penelitian dosen dan untuk membiayai atau menyubsidi biaya operasional yang lain, terutama untuk SPP, uang gedung, uang praktikum, dan wisuda, serta biaya-biaya lain yang dibayar mahasiswa.

Khusus untuk UT, dana BOPTN utamanya untuk menyubsidi kegiatan operasional yang berkaitan dengan tutorial, ujian, layanan mahasiswa luar negeri di kantong-kantong TKI, seperti Hongkong, Korea, dan Taiwan, serta pembebasan biaya studi guru 3T.

Rektor UT, Prof Tian Belawati menambahkan, pihaknya siap memberikan pelayanan bagi guru-guru daerah 3T sebagaimana penugasan Kemdikbud dan segera menyiapkan peraturan dan persyaratannya.(FAT/IGO/JPNN)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
poling banten pos news
Vote!