Jumat, 10 Mei 2013 - 10:32:45 WIB



Siapa yang tidak kenal Kota Cilegon? Industri berat telah mengenalkan kota ini menjadi pusat dolar di Provinsi Banten. Namun siapa sangka, selain terkenal dengan industri beratnya, kota ini juga sejak dulu terkenal dengan produksi batu bata dan gentengnya.

 

Meinani Indrastuti/Rizal Fauzi – Kota Cilegon

 

Pembuatan batu bata da ngenteng saat ini memang tidak lagi semarak dulu. Sejak menjadi kota administratif baru, pusat-pusat tersebut berpindah ke pinggiran. Beberpa kecamatan yang dienal sebagai pusatnya yakni Kecamatan Cibeber, Citangkil, Ciwandan, dan Jombang.

Kecamatan Cibeber, sejak dulu memang telah dikenal sebagai tempat produksi bata dan genteng. Terutama yang berada di Kampung Cikerut Kelurahan Cibeber telah sejak lama menjadi tempat tujuan pebelajaran sejumlah sekolah dasar.

Selain Cikerut, ada lagi wilayah pembuatan bata dan genteng yang tak kalah serunya. Tepatnya di Kampung Bentola Kelurahan Bendungan. Lokasinya ada diantara jalan lingkar dan SMAN 3 Kota Cilegon.  

Sebelum memasuki wilayah tersebut kita disuguhi pemandangan yang lumayan hijau. Di beberapa petak tanah masih terhampar kehijauan padi huma dan tanaman palawija yang cukup menyejukkan mata. Sebagian jalanan yang sudah mulus juga mempermudah perjalanan.

Namun kita harus ekstra hati hati saat melalui jalanan berbatu-batu akibat rusak parah. Yang aneh, meskipun jalanan tersebut cukup panjang hingga menuju SMAN 3 dan SMPN 8 tetapi tak ditemui tukang tambal ban. Jika ban motor bocor, kita akan cukup jauh berjalan mendorong motor seperti yang saya temui.

Sebagai pusat produksi bata dan genteng, hampir sepanjang jalan menuju Kampung Bentola dipenuhi dengan penggalian tanah merah untuk bahan pembuatan bata. Gunungan tanah merah tersebut merupakan pemandangan yang tak asing di sepanjang perjalanan. Tumpukan bata yang selesai dicetak ditumpuk di tanah dan hanya ditutupi daun kelapa. Panasnya matahari mempermudah pengeringan.

“Tetapi bata ini masih mentah dan harus dibakar yang biasanya dilakukan pada malam hari agar udara sudah lebih sejuk,” tutur Ujang salah seorang pembuat bata.

Suasana pembakaran bata pada malam hari tak kalah serunya. Lidah api yang menyala-nyala dari

tungku pembakaran terlihat menjilati tumpukan kayu bakar yang sesekali ditambah dengan yang baru.

Walhasil pada malam hari akan tampak kepulan asap hitam  membubung tinggi ke udara tanda sedang ada pembakaran bata dan genteng. Mungkin bila dikelola dengan lebih baik maka produksi bata dan genteng akan menjadi salah satu tujuan wisata pengunjung ke Kota Cilegon.

Sayangnya, banyak lokasi tempat penggalian bahan bata berupa tanah merah di beberapa tempat di Kecamatan Cibeber menjadi wilayah yang rusak dan tidak produktif lagi.  Setelah tidak digunakanuntuk membuat bata lagi terdapat lubang besar yang pada musim hujan akan terjadi genangan air. Informasi dari warga Kampung Kerotek Kelurahan Kalitimbang Kecamatan Cibeber, ada banyak tanah yang dijual dan sangat potensial untuk membuat pabrik genteng dan bata.

Pembuatan bata dan genteng dianggap dapat mendatangkan keuntungan yang lumayan mengingat di wilayah tersebut banyak didirikan perumahan dan gedung seperti gedung Lembaga Pemasyarakatan Cilegon. (*)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus