banten pos news
pasang-iklan-banten-pos-news

MUI Dukung Perda Pembatasan Miras

Rabu, 22 Mei 2013 - 13:44:24 WIB



Majelis Ulama Indonesia (MUI) setuju dengan rencana Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) untuk melegalkan minuman keras (Miras). Dukungan itu bertujuan agar Miras tidak dijual di sembarang tempat.

Sekretaris MUI Tangsel, Abdul Rajak berpendapat, dengan melegalkan miras, tidak semua wilayah atau minimarket yang boleh menjual minuman beralkohol tersebut. MUI menekankan, dalam rencana itu, aturan harus detil, seperti umur pembeli, toko penjual dan pihak yang boleh mengkonsumsi Miras.

“Harus betul-betul jelas regulasinya. Sehingga tidak semua orang bisa mengonsumsi dan membeli Miras, seperti di negara-negara maju,” ungkap Rajak.

Sebelumhnya, MUI berharap Pemkot Tangsel menggelar dialog menyusul adanya Peraturan Daerah (Perda) minuman berakohol. Menurut Rajak, secara prinsip, Miras tidak diperbolehkan karena dapat merusak akal. Namun Perda untuk mengatur dan membatasi keberadaan tempat penjualan Miras di Kota Tangsel.

Kabid Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Fery Payacun mengakui, Perda untuk mengamankan motto Tangsel yang religius. Ada tiga  golongan  minuman beralkohol yang diatur, yakni  golongan A di atas 0-5 persen, B di atas 5-20 persen, C di atas 20-50 persen.

“Dalam Raperda diatur perjualan di hotel untuk mirs golongan B dan C hotel dan restoran yang bertanda khusus,” ungkapnya. Sedangkan Miras berkadar alkohol 0,1 persen-5 persen, dibolehkan diperjualbelikan di minimarket. Miras alkohol 5 persen hanya diperbolehkan dijual di hotel berbintang maupun tempat sejenisnya.

Perda peredaran Miras sesuai Pasal 23 ayat (8) ayat (9) Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43/M-DAG/PER/9/2009 tentang ketentuan pengadaan, peredaran, penjualan, pengawasan, dan pengendalian minuman beralkohol sebagaimana telah diubah dengan Permendagri Nomor 54/M-DAG/PER/8/2012.(irm/odi)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus