Kamis, 23 Mei 2013 - 13:28:33 WIB



SERANG, BP - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten menyatakan bakal calon anggota DPD RI asal Banten Andiara Aprilia Hikmat melanggar UU No. 8 Tahun 2012 tentang Pemilu DPR, DPD dan DPRD. Keputusan tersebut diungkapkan Ketua Bawaslu Provinsi Banten Pramono U Tanthowi dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (22/5). Pramono didampingi salah seorang komisioner, Eka Satyalaksmana.

“Hasil kajian kami atas kasus ini memutuskan Saudari Andiara Apriliani Hikmat telah melakukan pelanggaran administrasi atas UU No. 8 Tahun 2012 pasal 88 ayat 1,” kata Pramono.

     Diungkapkan dia, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah pihak terkait dengan peristiwa dibagikannya kalender sosialisasi Aprilia sebagai anggota DPD dalam acara Hari Buruh Internasional tingkat Provinsi Banten di Alun-alun Barat Kota Serang pada 1 Mei lalu. Hasil kajian Bawaslu menyebutkan, Aprilia yang juga putri dari Gubernur banten Ratu Atut Chosiyah itu tidak berhak menyebarkan alat peraga pencalonan dirinya sebelum ditetapkan sebagai peserta pemilu. Penyebaran bahan kampanye seperti kalender, pulpen, blocknote, kaos, payung, atau topi dan sejenisnya bisa dilakukan oleh peserta pemilu setelah ditetapkan secara resmi oleh penyelenggara pemilu sebagai peserta.

   “Sementara ini dilakukan pada masa perbaikan berkas pencalonan,” imbuhnya.  

   Keputusan Bawaslu ini, lanjutnya, telah disampaikan ke Komisi pemilihan Umum (KPU) Banten untuk dintindaklanjuti dengan meminta KPU agar melakukan himbauan kepada peserta pemilu untuk mematuhi tahapan penyelenggaran pemilu.

    “Kami telah mengirim surat kepada KPU agar ditindaklanjuti  rekomendasi yang kami buat selama 14 hari setelah surat kami layangkan. Surat kami sampaikan ke KPU Banten kemarin,” terangnya.

    Bawaslu juga membuat rekomendasi kepada KPU Banten agar mensosialisasikan secara gencar mengenai tahapan pemilu kepada peserta pemilu, tanpa terkecuali. “Kami melihat tahapan pemilu ini belum sepenuhnya dipahami oleh calon peserta. Terutama tahapan kapan peserta boleh kampanye dan bentuk-bentuk kampanye yang diperbolehkan,” ungkapnya.

    Menurut Pramono, sosialisasi yang gencar itu perlu dilakukan untuk mencegah adanya peserta pemilu lain yang melakukan tindakan serupa.

     Pramono menambahkan, pihaknya juga telah menyampaikan rekomendasi kepada Gubernur Banten agar mengimbau kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Banten untuk tidak memperbolehkan kegiatan-kegiatan berbau kampanye calon, yang sebagian atau seluruh sumber dananya berasal dari APBN/APBD.

     “Kami juga mengimbau kepada para peserta pemilu untuk menahan diri dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat dikategorikan sebagai kampanye sebagaimana yang diatur dalam pasal 82 dan 83 UU Nomor 8/2012,” katanya.

    Prinsip dalam pemilu, lanjutnya, adalah keadilan. Tidak semua peserta pemilu dapat mengakses kegiatan-kegiatan semacam itu. Terlebih, saat ini masih dalam tahap kampanye tertutup. Sehingga, hal-hal seperti yang dilakukan Andiara itu dapat mencederai keadilan.

Sementara itu, Anggota KPU Provinsi Banten Agus Supriyatna mengatakan, pihaknya menyambut baik terhadap rekomendasi yang disampaikan Bawaslu kepada KPU Banten itu. Ia mengaku akan segera menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi yang disampaikan, seperti terkait sosialisasi kampanye yang masih rendah dan rekomendasi lain yang berkaitan dengan tahapan pemilu.

   “Kita akan laksanakan sosialisasi lebih intensif lagi terutama soal pelaksanaan kampanye. Mudah-mudahan, ke depan peserta pemilu lebih disiplin lagi, sehingga tidak ada ditemukan adanya pelanggaran-pelanggaran,” katanya. (RUS/IDM)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
Designed by: www.BantenWebsiteMurah.com Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net