Rabu, 29 Mei 2013 - 09:54:23 WIB



ilustrasi

CILEGON, BP - Fenomena paranormal yang dapat mengobati berbagai penyakit dan lainnya, akhir-akhir ini menjadi topik menarik di media massa, cetak maupun elektronik.  Namun, umat islam diminta tetap waspada karena dikhawatirkan mengarah kepada kesyirikan.

 “Masyarakat perlu waspada dengan pengobatan alternatif dengan media herbal, doa-doa, bahkan salawatan yang belum tentu ada dalam hadist atau pernah dicontohkan Rasulullah,” ungkap Ustad Sumedi ahli rukyah dari Tembong Serang saat di Mesjid Raudhatul Jannah, Senin (27/5).

Beragam pertanyaan pun muncul dari ibu-ibu yang menghadiri pengajian tersebut seperti bagaimana cara dukun atau paranormal bekerjasama dengan jin sehingga menghasilkan pengobatan yang dianggap mujarab oleh masyarakat banyak?

Sumedi juga menjelaskan, biasanya setelah merasa tidak berhasil dengan cara medis banyak orang yang merasa putus asa sehingga dengan mudah terbujuk untuk melakukan pengobatan dengan cara alternatif kepada paranormal atau dukun. Mereka biasanya mengaku dapat melakukan pengobatan alternatif tetapi dengan cara yang tidak sesuai syariat Islam atau dicontohkan oleh Nabi bahkan cara cara yag sesat seperti dengan media batu seperti kasus Ponari. 

Bahkan dia juga menyitir ayat Al-Quran yang artinya ada sebagian orang dalam menyelesaikan masalah minta pertolongan kepada jin. Cara pengobatan seperti itu hanya akan menyembuhkan kita secara fisik tetapi rohani kita telah menjadi musyrik dan itulah yang diinginkan oleh jin, menjadikan manusia masuk dalam golongannya yakni memperdaya manusia agar masuk dalam golongannya.

“Dalam hal ini semakin dia minta bantuan jin maka dirinya akan makin tertekan,” tegasnya.

Cara yang paling benar adalah melakukan penyembuhan atau pengobatan pribadi dengan sesuai dengan tuntunan nabi seperti membaca ayat kursi, surah Alfatihah dan beberapa surat lainya yang telah disebutkan jelas dalam hadist shahih.

Menurut Syekh Hasan Basri, lanjut Samedi, orang yang sakti atau mengaku sakti dan mengaku dapat menyembuhkan penyakit seseorang,  sudah dipastikan terlibat dengan mahluk gaib atau jin.

“Untuk mendapatkan kesaktian diperlukan banyak persyaratan tertentu bagi sang dukun termasuk dia harus pindah keyakinan kepada agama kafir, demikian pula dengan pasien yang menghendaki kesembuhan. Dia otomatis harus pula pindah keyakinan kepada sang dukun yang sudah menjadi kafir pula,” tutur Samedi panjang lebar.

Jadi, agar menjadi lebih baik dalam hal keimanan, dibutuhkan niat untuk meningkatkan pengetahuan agama. Teknologi saat inipun sangat baik untuk dijadikan media belajar bagi maum muslimin untuk terus belajar dan meningkatkan keimanannya. (K10/ZAL/IGO)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
Designed by: www.BantenWebsiteMurah.com Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net