Jumat, 31 Mei 2013 - 10:27:45 WIB



Anggota Satpol PP Kabupaten Lebak mengamankan ratusan botol miras dari berbagai tempat di wilayah kota Rangkasbitung, seperti Kampung Bedeng,Kelurahan Muhara Ciujung Timur. Miras itu disita petugas menyusul diamankannya lima pelajar yang kedapatan sedang pesta miras di Alun-alun Rangkasbitung, Kamis (30/5) siang.

RANGKASBITUNG, BP - Anggota Satpol PP Kabupaten Lebak berhasil mengamankan lima orang pelajar di salah satu SMK di kota
Rangkasbitung. Mereka diamankan saat sedang pesta minuman keras (Miras) di Alun-alun Rangkasbitung, Kamis (30/5) sekitar pukul 13.30 WIB.

Dari tangan kelima remaja tersebut, aparat penegak Perda juga mengamankan dua botol Miras yang sudah dimasukan ke dalam botol air mineral dan sebungkus kacang yang sudah terbuka. Dari keterangan kelima remaja tanggung itu, petugas menyisir ke beberapa tempat yang diduga sebagai penjual Miras ilegal. Dari hasil operasi, petugas berhasil menyita ratusan botol Miras dari pedagang ilegal di Kampung Bedeng, Kelurahan Muara Ciujung Timur (MCT), Kecamatan Rangkasbitung. Ratusan botol Miras dari berbagai jenis itu kemudian diamankan petugas sekitar pukul 15.00 WIB.

Kasatpol PP Kabupaten Lebak, Suganda mengatakan, penyitaan barang haram itu berdasarkan Perda Nomor: 6/2003 tentang
Pembuatan Penimbunan Pengedaran Miras dan Retribusi.  “Kami khawatir jika ini tidak segera dilakukan tindakan, pesta Miras yang dilakukan kelima pelajar akan diikuti pelajar lainnya,” kata Suganda.

Dikatakan Suganda, kelima pelajar yang diamankan kemudian
 dilakukan pembinaan dan ratusan botol Miras akan dibawa ke kantor Satpol PP. “Tindakan selanjutnya kami akan panggil orangtua mereka agar diberikan peringatan. Kami juga akan menembuskannya ke pihak
sekolah supaya diberikan pengawasan khusus. Sementara untuk ratusan botol Miras, kami sita dan panggil para penjualnya. Kalau memang ternyata bersalah kami akan berikan sanksi sesuai Perda,”
tegasnya.

Sementara itu Sawabi, salah seorang penjual Miras mengatakan, Miras itu bukan miliknya. Ia hanya menjualkan apalagi  pemasok Miras skala besar. “Saya hanya disuruh ngejualin saja, saya dapat barangnya
dari teman saya,” ujar warga Bedeng ini.(K-2/RIS/MOR)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus