banten pos news
pasang-iklan-banten-pos-news

Harga Baru Berlaku Per Akhir Juni 2013

Jumat, 31 Mei 2013 - 13:24:29 WIB



ilustrasi

SERANG, BP - Pemerintah telah menetapkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Juni 2013. Hal itu seperti dilansir dalam situs www. setkab.go.id, pada Kamis, (30/5).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi meminta para gubernur, bupati dan walikota di seluruh Indonesia untuk melakukan sosialisasi kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi itu. Permintaan Mendagri tersebut disampaikan melalui radiogram tertanggal 23 Mei 2013 yang ditujukan kepada seluruh gubernur, bupati/walikota di seluruh Indonesia.

Dasar dikeluarkannya radiogram itu merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri Tahun 2013, Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2013 tentang Sosialisasi Kebijakan Penyesuaian Subsidi Bahan Bakar Minyak, Instruksi Menko Polhukam Nomor 1 Tahun 2013 tentang Tugas-tugas Tim Terpadu Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan Keputusan Menkopolhukam Nomor 12 Tahun 2013 tentang Pembentukan Tim Terpadu Penanganan gangguan Keamanan Dalam Negeri Tahun 2013.

Dalam radiogram yang dilansir dari situs Setkab, Kamis (30/5) itu, Gamawan meminta kepala daerah melakukan langkah antisipasi dan penanganan terhadap dampak kebijakan penyesuaian subsidi BBM di wilayah masing-masing.

Selanjutnya, kepala daerah diminta melakukan pengawasan dan pengamanan pendistribusian BBM guna menghindari adanya penimbunan BBM dan gangguan keamanan lainnya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Mendagri juga menginstruksikan kepala daerah meneruskan arahan mengenai antisipasi dan penanganan dimaksud sampai tingkat desa/kelurahan.

Menyusul radiogram itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menegaskan akan melakukan pengawasan BBM bersubsidi, dan mendukung rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah mengatakan, kenaikan BBM merupakan langkah yang bijak, karena tetap berpedoman kepada kebutuhan masyarakat kurang mampu.

“Kenaikan harga BBM bersubsidi tidak dapat dicegah lagi. Mengingat, berbagai pertimbangan seperti subsidi energi yang cukup besar menelan dana APBN. Sementara, sektor pembangunan lainnya juga perlu dikejar dalam waktu sesegera mungkin. Kami tentu harus mendukung rencana pemerintah pusat untuk menaikkan harga BBM,” katanya.

Namun, kata Atut, hingga saat ini belum membahas secara rinci kebijakan daerah dalam menyambut rencana kenaikan harga BBM itu. Atut juga mengaku belum mengetahui jumlah kuota BBM bersubsidi untuk Provinsi Banten pada 2013. “Instruksinya belum ada dari pemerintah pusat, tapi pasti dibahas bagaimana kebijakan daerah nantinya. Yang jelas, daerah mendukung apa yang menjadi kebijakan pusat,” terangnya.

Pemprov Banten, lanjutnya, akan melakukan pengawasan secara ketat dengan bekerjasama antar institusi, aparat hingga lembaga yang bersangkutan.

Terpisah, Ketua DPRD Banten, Aeng Haerudin menegaskan, kenaikan BBM yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat merupakan keputusan yang bijak. “Apapun keputusan pemerintah tentunya ini juga untuk kebaikan bersama,” pungkasnya.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Mahendra Siregar mengatakan, kenaikan harga BBM bersubsidi harus dilakukan secepatnya karena volume BBM subsidi semakin meningkat. Jika berlarut-larut, kata dia, akan menimbulkan resiko lainnya. Saat ini, kuota BBM bersubsidi telah melampaui batas, yakni mencapai 48 juta kiloliter dari sebelumnya 46 juta kiloliter. Jika semakin lambat pelaksanaan putusan kenaikan harga BBM bersubsidi, lanjut Mahendra, akan mengganggu pasokan harga BBM.

(RUS/FLO/IGO/JPNN)




BACA JUGA:

pasang-iklan-banten-pos-news


KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
pasang-iklan-banten-pos-news
poling banten pos news
Vote!