Senin, 03 Juni 2013 - 11:15:04 WIB



ilustrasi

SERANG, BP - Dinas Pendidikan (Dindik) belum berani mengajukan alokasi penerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tingkat SLTA. Pasalnya, belum ada kepastian serta petunjuk teknis (Juknis) tentang BOS untuk SLTA tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang SMA/SMK Dindik Kota Serang, Lili Mutawali. Ia  mengatakan, pihaknya belum mengajukan jumlah penerima bantuan dana BOS untuk SMA/SMK karena belum ada kepastian dan permintaan resmi terkait penyaluran dana BOS SLTA.

“Pemerintah pusat baru mewacanakan adanya BOS bagi siswa SMA/SMK. Jadi tidak hanya siswa SD dan SMP lagi yang dapat. Tapi, itu baru wacana, kepastiannya menunggu surat pemberitahuan selanjutnya, sehingga sampai saat ini kami belum mengajukan nama-nama siswa calon penerima BOS SLTA,” kata Lili, Minggu (2/6).
Dikatakan Lili, berdasarkan informasi yang diterima, besaran dana BOS untuk SMA/SMK yakni Rp1 juta per siswa per tahun. Hanya saja, pencairannya berbeda dengan dana BOS SD dan SMP yang per triwulan.

“Kalau SMA/SMK per semester. Jadi untuk tahun ini Juli sampai Desember,” ujarnya.
Lili mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah dengan adanya dana BOS itu akan berpengaruh pada keputusan walikota (Kepwal) mengenai biaya penerimaan siswa baru tahun ajaran 2013/2014. Saat ini, katanya, Kepwal tersebut masih dalam pembahasan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Serang, Ramlan Djunaidi mengungkapkan, dengan adanya dana BOS SMA/SMK, Komisi II mengingatkan Pemkot Serang melalui Dindik dan sekolah untuk membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) sesuai kebutuhan dan arahan pendidikan satu tahun ke depan.
“Dengan adanya dana BOS, seharusnya minimal biaya pendidikan tidak sebesar tahun lalu. Namun, tentu saja tidak juga melepas pengaruh adanya kenaikan BBM yang berpengaruh juga terhadap barang yang akan digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar,” ucapnya.
Ia mengatakan, dirinya telah membaca petunjuk teknis (Juknis) mengenai BOS SMA/SMK melalui internet. Juknis tersebut dikeluarkan pada April lalu.

“Jadi menurut saya bukan wacana lagi, karena Juknisnya sudah ada,” ujar Ramlan.
Ia menambahkan, tujuan diberikannya BOS pada siswa SMA/SMK yakni untuk mewujudkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu, pemerintah menggulirkan dana BOS SMA/SMK sebesar Rp500 ribu per siswa per semester. “Dengan adanya BOS, maka dapat membantu memenuhi biaya operasional non personalia sesuai Permendiknas Nomor 69 Tahun 2009,” tutur Ramlan.(APP/RIF)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
Designed by: www.BantenWebsiteMurah.com Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net