banten pos news
pasang-iklan-banten-pos-news

Jumlah Penerima PMDK Sekolah Favorit Menurun

Selasa, 04 Juni 2013 - 10:36:27 WIB



CILEGON, BP - Jumlah siswa SMA favorit yang diterima di perguruan tinggi lewat jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) turun secara signifikan. Sebaliknya siswa dari sekolah biasa saja yang tidak difavoritkan malah mengalami kenaikan siswa penerima PMDK.

Hal tersebut dinyatakan Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) pada Dinas Pendidikan (Dindik) Dindik Kota Cilegon, Romli Rohani yang didampingi Pengawas pada Dikmen Dindik Cilegon, Maryanto di ruang kerjanya Senin (3/6).

Meski begitu, lanjut Romli, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab turunnya penerima PMDK di sekolah favorit  tersebut. “Sampai saat ini belum ada laporan resmi kepada kami dari tiap sekolah, berapa jumlah siswa yang di terima di PTN,” ujarnya.

Tetapi secara pribadi, ia memprediksi turunnya siswa penerima PMDK tersebut merupakan kebijakan PTN itu sendiri sebagai pemerataan pendidikan. “Di sekolah yang tidak difavoritkan diprediksi banyak siswa yang datang dari keluarga tidak mampu sehingga mereka tidak akan melanjutkan jika tidak mendapatkan PMDK, kan untuk sistem tes juga harus membeli formulir yang harganya ratusan ribu,” tuturnya.

Hal berbeda diungkapkan Pengawas pada Dikmen Dindik Cilegon, Maryanto. Sebagai pengawas ia menyatakan, penyebab turunnya siswa penerima PMDK di sekolah faviorit karena fungsi guru Bimbingan Konseling (BK) yangn kurang berjalan lancar di sekolah dalam menyalurkan minat dan bakat siswa. “Kegiatan tersebut harus dimulai sejak siswa duduk di kelas satu,” tuturnya.

Idealnya, kata Maryanto, dalam satu sekolah ada beberapa guru BK yang akan membimbing siswa dalam segala hal. Apalagi jumlah siswanya cukup banyak . “Setiap 150 siswa dibimbing satu guru BK, itu sudah maksimal mengingat tugas dan fungsis guru BK yang harus memantau siswa satu persatu apalagi bila mereka bermasalah,” tuturnya.

Maryanto juga menyarankan agar guru BK tidak harus berasal dari program pendidikan BK, namun juga bisa saja berasal dari guru mata pelajaran lainnya yang akan diberi pelatihan dan arahan untuk dapat berfungsi sebagai guru BK.

“Ini dianggap lebih afektif dan efesien, karena para guru umumya sangat mengerti karakter siswanya masing-masing daripada mengambil tenaga baru dari luar,” tutur Maryanto yang mengaku sudah melakukan bimbingan di sejumlah sekolah yang tidak difavoritkan dalam pembinaan guru BK agar fungsinya lebih maksimal.

Sistem penjurusan, tambah Maryanto, juga sebaiknya dipantau oleh guru BK sejak siswa duduk di bangkua SMP. “Jadi guru BK di SMP akan berkoordinasi dengan guru BK di SMA tentang siswanya tersebut sehingga mempermudah penjurusan di sekolah lanjutan atas,” tambahnya. (K10/ZAL/IGO)

 




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus