Rabu, 12 Juni 2013 - 11:12:33 WIB



SERPONG, BP - Lurah Rawamekar Jaya, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jamaludin mengaku rencana tukar guling (ruislag) lahan wakaf pemakaman dengan salah satu pengembang apartemen, sejauh ini baru sebatas wacana.

“Belum ada izin apapun. Masih harus dibicarakan lebih lanjut,” kata Jamaludin kepada wartawan Senin (10/6) di ruang kerjanya.

Pernyataan tersebut menyusul tudingan sejumlah pihak yang menyebut adanya praktek percaloan pada rencana ruislag tersebut. Terlebih, tudingan muncul setelah adanya pertemuan antara aparat kelurahan dengan 25 warga. "Pertemuan tersebut hanya koordinasi tentang rencana pengembang," katanya.

Ia membantah telah merencanakan pembongkaran atau pemindahan sejumlah makam warga di RT 03/04. Jamaludin menegaskan, rencana tukar guling dengan pengembang apartemen bukan pada lahan yang sudah digunakan untuk pemakaman.

"Lahan seluas 3.900 meter persegi belum semuanya digunakan untuk pemakaman warga. Jadi makam warga tidak ada yang dibongkar," ungkap Jamaludin seraya mengaku pihaknya belum melakukan sosialisasi terkait rencana ruislag tanah makam untuk dijadikan apartemen.

Sebaliknya, menurut dia, tukar guling lahan bakal menguntungkan warga. Karena, lahan yang akan ditukar lebih besar dari lahan yang ingin diinginkan pengembang, yakni dari 921 meter persegi lahan pemakaman ditukar dengan 1.400 meter persegi milik pengembang.

"Lahan yang ditukar lebih luas. Itu yang saya sampaikan kepada warga pada pertemuan beberapa waktu lalu," ujarnya seraya menyerahkan kembali kepada warga Rawa Mekar Jaya mengenai rencana ruislag tersebut.

Sebab, tegasnya, sejauh ini belum ada keterikatan apapun anatra pihak kelurahan dengan pengembang apartemn. Karena itu, dia berencana akan kembali menggelar pertemuan dengan warga, terutama dengan mereka yang menolak tukar guling lahan tersebut.

“Ruislag hanya pada lahan makam yang belum terisi. Soal patok yang ada di lahan makam, nanti akan kami cek lagi,” ujarnya.

Diketahui, warga Rawamekar Jaya, menolak rencana ruislag lahan wakaf makam dengan lahan pengembang apartemen. Warga menilai tukar guling akan merugikan. “Sekarang bisa saja bilang tidak ada makam yang dipindah tapi bagaimana nanti saat pembangunan apartemen dimulai?” kata seorang warga, Sadar bin Jumin.

Sadar mengatakan warga tidak menghalangi rencana pembangunan. Hanya saja karena berkaitan dengan tanah wakaf makam, pihak terkait harus lebih mensosialisasikannya kepada warga.

“Kami khawatir tanah makam malah berkurang. Warga tidak mau kecolongan dengan iming-iming tukar guling menguntungkan.,” tandasnya.(AZH/ODI)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus