Rabu, 12 Juni 2013 - 11:36:15 WIB



SERPONG, BP - Setelah PKS yang banyak memasang spanduk penolakan kenaikan harga BBM, di sejumlah titik di Tangerang Selatan, kini juga banyak dijumpai spanduk serupa milik Partai Hanura.

Spanduk milik Hanura yang bertuliskan, “Pak SBY, BBM Jangan Dinaikin Dong!” diantaranya ditemui dipasang di Jalan Raya Serpong.

Ketua DPD Hanura Banten Inas Nasrullah Zubir, kemarin, mengatakan, pemasangan spanduk itu  bukan karena dimaksudkan untuk menarik simpati masyarakat menjelang Pemilu 2014.

“Itu sudah menjadi sikap Hanura yang menolak keras kebijakan pemerintah pusat menaikan harga BBM. Hanura itu partai oposisi di pusat. Jadi sikap kami ini bukan mempolitisir isu. Tapi setiap kebijakan pemerintah pusat yang dinilai tidak pro terhadap rakyat, kapan pun akan kami tolak keras,” terangnya.

Dia berpendapat, rencana menaikan BBM dinilai tidak memiliki alasan kuat. Lagi pula, jika BBM tetap dinaikkan, hal itu bisa menyengsarakan rakyat.

Terpisah, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, mengatakan, pemsangan spanduk-spanduk tersebut oleh partai politik, sekedar hanya untuk mencari simpati dari masyarakat, menghadapi Pemilu 2014.

Selain itu, lanjut Djaka, penolakan kenaikan harga BBM oleh parpol juga hanya sebagai bentuk mempolitisisasi isu yang sedang hangat.

“Dengan spanduk-spanduk itu, parpol berharap dinilai masyarakat sebagai parpol yang benar-benar pro terhadap rakyat,” katanya.

Namun, lanjutnya, eksploitasi isu tersebut belum tentu berhasil menarik simpatik masyarakat, mengingat pemilih saat ini tidak akan mempan dengan jargon-jargon yang ditawarkan melalui spanduk.

Djaka menilai, parpol yang akan disukai masyarakat saat ini adalah parpol yang memiliki track record yang baik, termasuk dengan mengusung para bakal calon legislatif  yang memiliki track record bagus juga.

“Masyarakat sekarang akan memilih parpol dan bacaleg yang memiliki rekam jejak yang baik. Jadi bukan jamannya memanfaatkan atau menjual isu lagi,” katanya. (dra/bud/idm/bnn)

 




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus