Rabu, 26 Juni 2013 - 10:37:45 WIB



Tb Lulu Kaking, Ketua Gapensi Provinsi Banten Melantik kepengurusan Gapensi Kota Cilegon periode 2013-2018 di Hotel Mangku Putra, Kota Cilegon, Selasa (26/6). Ibrohim Madawi terpilih sebagai ketua yang baru. Ia diamanatkan untuk terus mengedepankan profesionalisme dalam menjawab tantangan perkembangan dunia usaha dan menjalin kemitraan yang bersinergitas dengan Pemerintah Kota Cilegon.

CILEGON, BP - Persaingan dunia usaha yang semakin ketat menuntut pengusaha konstruksi di Kota Cilegon lebih profesional. Hal itu dilakukan tidak hanya untuk memnangkan persaingan, tapi juga menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan tepat waktu, efisien, serta ramah lingkungan.  

Hal tersebut dikatakan Sekretaris BPD Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) Banten, Tb Lulu Kaking saat pelantikan Pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) Gapensi Kota Cilegon periode 2013 - 2015 di Hotel Mangkuputra Kota Cilegon, Selasa (25/6). "Anggota Gapensi di Kota Cilegon harusnya siap pakai untuk menjadi pengusaha professional. Para pengusaha disini dituntut memiliki kemampuan atau skill dan berdaya saing yang tinggi karena sekarang sistem pelelangan saja sudah online. Hal itu sudah membuktikan bahwa para pengusaha sudah harus paham benar menguasai aplikasi IT untuk proses lelang proyek,” ungkapnya.

Untuk mendidik pengusaha profesional, Gapensi Cilegon harus membuat program yang mampu membangun anggotanya untuk menjadi pengusaha yang maju dan bisa bersaing dengan pengusaha dari luar daerah. “Tentunya menjadi profesional tidak langsung jadi, langkah awal yang saya harapkan dari Gapensi Kota Cilegon supaya secepatnya bisa memberikan pelatihan kepada para anggotanya. Pemahaman teknologi saat proses pengajuan pekerjaan konstruksi juga masuk didalamnya. Untuk apa hal itu dilakukan, supaya pengusaha disini juga bisa bersaing dengan pengusaha yang datang dari luar Banten,” jelasnya.

Lulu menambahkan, pertumbuhan pembangunan konstruksi di Kota Cilegon maupun di Banten setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.  Hal itu didasari karena kebutuhan akan pembangunan semakin tinggi. “Setiap tahunnya kontruksi pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah terus meningkat, karena bagian dari pemenuhan kebutuhan masyarakat, seperti jalan, sekolah, puskesmas, irigasi, taman dan beberapa infrastruktur lainnya," tambahnya.

Sementara itu, Walikota Cilegon, Tb Iman Ariyadi mengatakan, para pengusaha lokal yang bernaung dibawah organisasi Gapensi dapat menjalankan fungsi kemitraan yang baik dengan Pemerintah Kota Cilegon terutama dapat bekerjasama mewujudkan program Pemkot Cilegon dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Pemkot Cilegon saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan percepatan pembangunan terutama di bidang infrastruktur. Beberapa diantaranya percepatan pembangunan Jalur Lingkar Selatan dan Jalur Lingkar Utara. Pengusaha lokal disini bisa mempunyai andil besar sebagai jasa penyedia dalam membangun Kotanya sendiri. Seperti jalur lingkar selatan yang tiga kilometer. Saya kira bukan KS saja yang terlibat, tapi dipersilahkan kepada anggota Gapensi khususnya pengusaha lokal di sini bisa membantu dan terlibat dalam percepatan pembangunannya,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua BPC Gapensi Cilegon, Ibrohim Madawi mengatakan, ia berjanji akan terus meningkatkan profesionalitas pengusaha local dengan membuat program kerja. Salah satu langkah meningkatkan kinerja Gapensi yakni dengan mengadakan pelatihan dan pemberdayaan secara berkala kepada pengusaha lokal. "Kami harus mampu bersaing. Ini tinggal menunggu waktunya saja, kapan kita dapat dipercaya,” jelasnya. (NAL/ZAL/IGO)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus