banten pos news
pasang-iklan-banten-pos-news

Bersiap ke Belanda, Gita Surosowan Dikarantina Kopassus

Kamis, 04 Juli 2013 - 12:00:13 WIB



SERANG, BP - Sebanyak 118 anggota Gita Surosowan, kelompok marching band Pemprov Banten mengikuti proses karantina di markas Grup-1 Kopassus, Taktakan, Kota Serang. Karantina yang dimulai Kamis (4/7) ini, dan akan berlangsung selama 14 hari tersebut dilakukan dalam rangka persiapan kelompok marching band tersebut untuk berlaga di ajang marching band Internasional di Belanda, akhir Juli ini.


Kepala Sub Bagian Sarana dan Pelayanan pada Biro Umum Sekretariat Daerah Pemprov Banten, Riki Sunardi, kemarin, mengatakan, proses karantina bertujuan untuk membina kedisiplinan para peserta dalam berlatih sekaligus, menjalin kekompakan antara peserta dan pelatih.


"Semestinya karantina mulai tanggal kemarin (Selasa, 2 /7), tetapi karena ada kegiatan di Kopassus, maka diundur jadi baru masuk besok (hari ini-red)," katanya seraya berharap anggota Gita Surosowan bisa lebih focus berlatih dalam masa karantina tersebut. Karantina yang berarti pemusatan tersebut, lanjutnya, juga sebagai ajang pemantapan,  mengingat pada bulan Ramadhan nanti porsi latihannya harus dikurangi.

Riki menjamin, anggota Gita Surosowan akan tetap bisa menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

“Jadwal latihan pada saat karantina telah diatur sedemikian rupa agar tetap optimal, namun tidak membuat peserta terganggu kesehatannya. Bahkan, jadwal latihan pada saat bulan Ramadhan pun telah diatur agar tidak mengganggu waktu ibadah seperti shalat tarawih dan lain sebagainya,” paparnya.

Diungkapkan, selain seluruh anggota dan pelatih Gita Surosowan, dalam masa karantina juga melibatkan tim medis.    

Dia menambahkan, kelompok marching band Gita Surosowan akan berangkat ke Belanda dalam tiga kelompok terbang, yakni pada 21, 22 dan 23 Juli.   Sriyulia Kusweli, orang tua Wildan Firdaus, salah seorang anggota Gita Surosowan, mengatakan, dirinya sangat mendukung keikutsertaan anaknya di kelompok marching band tersebut.


“Sebenarnya saya berat, Wildan dikarantina. Apalagi karantinanya berbarengan dengan awal bulan puasa. Tapi karena semuanya telah disiapkan secara matang dan karantina memang diperlukan untuk bertanding di Belanda, ya saya sebagai orangtua mendoakan saja,” katanya. (RUS/IDM)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
poling banten pos news
Vote!