banten pos news
pasang-iklan-banten-pos-news

PEJABAT Dindik Pandeglang DIBUI

Kamis, 04 Juli 2013 - 12:26:42 WIB



ilustasi

PANDEGLANG, BP - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang akhirnya menjebloskan Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pandeglang, Hamim Sutawijaya ke Rutan Kelas I Serang, setelah sebelumnya mangkir. Hamim dijebloskan ke penjara setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga olahraga senilai Rp1,6 miliar yang bersumber dari Dana Alolokasi Khusus (DAK) 2011 pada Dindik Pandeglang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pandeglang, Siti Ratnah membenarkan terkait ditahannya pejabat Eselon III di lingkungan Dindik Pandeglang tersebut. Menurutnya, penahanan terpaksa dilakukan karena khawatir melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

"Pak Hamim kemarin (Selasa 2/7) datang didampingi pengacaranya ke sini (Kejari, red) dan sudah kami titipkan ke Rutan Serang. Dia datang setelah sebelumnya tidak memenuhi panggilan kejaksaan," kata Sitti Ratnah, didampingi Kepala Seksi (Kasi) Intel Andi Metrawijaya, di Kantor Kejari Pandeglang, Rabu (3/7).


Ratnah menjelaskan, dalam perkara ini pihaknya menetapkan delapan tersangka. Mereka diantaranya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yakni Hamim Sutawijaya, Proses Hand Over (PHO), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan perusahaan rekanan CV Putra Ujung Kulon. Sayangnya, Ratnah enggan membeber nama-nama tersangka tersebut.


Sedangkan dari delapan tersangka, baru tiga orang yang ditahan. Sementara lima tersangka lainnya tidak ditahan karena berbagai alasan dan pertimbangan. Dua terangka lain yang telah menghuni penjara yakni Ade Nurjanah dan Asep Rohman, keduanya dari pihak ketiga. Mereka dititipkan di Rutan Pandeglang.

Saat disinggung mengenai adanya calon tersangka baru, Ratnah tak menampiknya. Lantaran katanya hal itu bisa saja terjadi, tergangtung hasil pengembangan kasus. Berdasar hasi audit, lanjut dia, tarksiran kerugian Negara akibat dugaan tindak pidana korupsi mencapai Rp615 juta.

"Kuasa pengguna anggaran besok (Kamis, red) kita panggil. Jika ditemukan dua alat bukti maka yang bersangkutan akan ditetapkan sebagai tersangka," sambungnya.

Sementara, Kasi Intel Andi Metrawijaya menambahkan, masa tahanan Hamim berlaku mulai dari 2 hingga 21 Juli 2013. Penahan itu bisa diperpanjang jika masa tahanan habis dan berkas belum lengkap.
"Berkas tinggal sedikit kekurangannya. Kita juga kejar deadline menyelesaikan perkara ini," tukasnya, seraya mengatakan, akibat perbuatan melanggar hokum, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 20101 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga olahraga pertama kali mencuat ketika Komisi IV DPRD Pandeglang merilis temuan alat peraga olahraga yang dinilai janggal. Sedikitnya terdapat 24 jenis alat peraga olahraga dari 126 sekolah di Kabupaten Pandeglang tidak sesuai spesifikasi dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Ke 24 alat peraga olahraga tersebut terdiri dari bola sepak, bola voli, bola futsal, net voli, raket bulutangkis, net bulutangkis, shutlekok, meja tenis, catur, bola soft tenis serta bola ayun besar dan kecil.

Berbekal temuan itu akhirnya, Komisi IV melakukan investigasi dan memanggil sejumlah pihak yang terkait dalam proyek pengadaan alat peraga olahraga yang bersumber dari DAK Tahun Anggaran (TA) 2011 tersebut. kasus ini telah menyeret sejumlah pejabat Dindik Pandeglang.

Sementara, Kepala Dindik Pandeglang Abdul Azis tak bisa dimintai keterangan, terkait rencana pemanggilang dirinya siang ini ke Kejari Pandeglang. Beberapa kali dihubungi, telepon genggam yang biasanya bisa dihubungi dalam keadaan tidak aktif.(ARI/ADH)

 




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
poling banten pos news
Vote!