banten pos news
pasang-iklan-banten-pos-news

Cuaca Buruk Bayangi Arus Mudik di Merak

Jumat, 05 Juli 2013 - 13:12:29 WIB



SERANG, BP - Kementerian Perhubungan menghkawatirkan cuaca buruk yang terjadi saat ini. Pasalnya, iklim kurang bersahabat itu diprediksi akan berlangsung sampai lebaran dan bisa berdampak terhadap lalulintas penyeberangan di Pelabuhan Merak.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Banten, Opar Sohari, Kamis (4/7) usai melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Perhubungan serta sembilan Kepala Dinas Dishubkominfo tingkat provinsi membahas persiapan angkutan lebaran tahun 2013 di Jakarta. Dijelaskan Opar, rapat koordinasi persiapan lebaran tahun 2013, dimaksudkan untuk mengetahui  sejauh mana persiapan dan perkembangan situasi di sejumlah titik yang menjadi sentra pemudik.

“Tadi juga dibahas mengenai titik-titik kemacetan dan lainnya, dan untuk lebih jelasnya  seperti apa di lapangan kami akan melakukan pertemuan dan pembahasan dengan kabupaten/kota,” katanya.

Terkait dengan cuaca buruk  di Pelabuhan Penyeberangan Merak,  Opar mengaku hal tersebut menjadi perhatian serius pihak Kemenhub. “Kalau cuaca buruk terjadi ketika puncak arus mudik berlangsung, tentunya ini akan menajdi persoalan, karena kapal mengalami sulit sandar, serta tidak bisa menyeberang,” ujarnya.

Apalagi jumlah pemudik yang menyeberang ke Lampung dari Pulau Jawa trendnya mengalami peningkatan. baik pemudik pejalan kaki, roda dua atau roda empat. ”Kalau dilihat dari perkembangan tahun ke tahun jumlah pemudik terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” katanya.

Kendati demikian, kondisi prakiraan cuaca buruk pada arus mudik dan lebaran tahun 2013 diharapkan tidak akan menganggu penyeberangan di Pelabuhan Merak.

“Kami berharap kondisi cuaca  nanti tidak menganggu penyeberangan, sehingga masyarakat yang hendak berlebaran ke kampung halaman dan kembali lagi ke tempatnya tidak mengalami hambatan,” jelasnya.

Dihubungi melalui telpon genggamnya, Humas PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Mario Sardadi mengakui, kondisi cuaca buruk menjadi permasalahan bagi kapal untuk sandar.

“Informasi yang kami terima dari BMKG, sampai dengan bulan Agustus memang cuacanya kering basah, dimana angin bertiup cukup kencang, dan ini akan mengakibatkan kapal-kapal mengalami sulit sandar,” ujarnya.

Jika kondisi angin kencang terjadi ketika puncak arus mudik, sambung Mario, penumpukan penumpang tidak bisa terhindarkan lagi. Karena kapal yang ada tidak bisa  cepat sandar di dermaga. “Satu kali kapal sulit sandar, maka akan dibutuhkan waktu lama untuk merapat ke dermaga lagi, maka akan banyak waktu terbuang dan trip atau perjalanan kapal akan berkurang,” terangnya.

Kondisi cuaca buruk dan kesiapan kapal yang akan beroperasi pada musim lebaran tahun 2013 diungkapkan oleh Mario telah dibahas PT ASDP bersama-sama dengan sejumlah pihak dan intansi berwenang seperti Gapasdap, TNI AL, maupun KPLP Banten.

“Menghadapi arus mudik lebaran, kami telah menyiapkan 42 kapal roll on- roll of (ro-ro). Kondisi kapalnya macam-macam, dan seluruh kapal sudah standby di lintasan Merak –Bakauheni,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono memperkirakan terjadi lonjakan penumpang dalam angkutan lebaran tahun ini sekitar 10 persen dibanding tahun 2012. "Secara keseluruhan totalnya mencapai 18-20 juta orang yang akan mudik. Ini berdasarkan survey yang kita lakukan terhadap 12 kota utama tujuan mudik," katanya di Jakarta, Rabu (3/7).

Dikatakan, untuk angkutan laut diperkirakan tidak ada lonjakan luar biasa besar dibanding tahun lalu, tapi pihaknya tetap menyiapkan kapal tambahan.

"Kita juga tetap akan siagakan angkutan darat untuk mengcover penumpang kereta api yang tidak kebagian tiket. Karena kereta api saat ini kan sudah menerapkan one ticket one man dan masih ada yang mencoba datang padahal tanpa melakukan pemesanan terlebih dulu sehingga terlihat ada penumpukan," ujarnya.

Bambang juga mengungkapkan, puncak arus mudik tahun ini diperkirakan akan lebih merata. Serta variabel masyarakat melakukan mudik setelah menerima tunjangan hari raya (THR).

"Makanya kita mengimbau kepada perusahaan yang memberikan THR agar diberikan awal-awal sehingga mudiknya lebih cepat dan tidak terjadi penumpukan. Ya kalau bisa seminggu sebelum hari H sudah dberikan sehingga tidak ekstrem," pungkas Bambang.

Sementara, Menhub EE Mangindaan menyatakan, kementeriannya telah menyediakan anggaran sebesar Rp127,1 miliar untuk mengalihkan pemudik kendaraan bermotor pada lebaran tahun ini dengan menggunakan kapal laut, kereta,  dan truk.  Menurut Menhub, hal ini untuk mengurangi tingkat kecelakaan.

"Dengan rincian Rp28 miliar untuk darat, Rp30,3 miliar untuk laut dan Rp68,8 miliar untuk kereta api. Tapi anggaran tersebut masih dalam proses pembahasan di DPR," ungkap Menhub EE Mangindaan di Jakarta, Kamis (27/6).(RUS/ENK)




BACA JUGA:

pasang-iklan-banten-pos-news


KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
pasang-iklan-banten-pos-news
poling banten pos news
Vote!