banten pos news
pasang-iklan-banten-pos-news

Lagi, Pejabat Biro Kesra Diperiksa

Sabtu, 06 Juli 2013 - 13:47:59 WIB



TIGARAKSA, BP - Kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) sebesar Rp 500 juta dari APBD banten tahun 2012 ke Yayasan Al Muqarobah, Desa Sodong, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, terus diusut. Kemarin (6/7), Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa kembali memeriksa lima pejabat Biro Kesejahteraan (Kesra) Provinsi Banten untuk mengungkap kasus yang sudah menetapkan satu tersangka itu. Sebelumnya, Kejari juga telah memeriksa enam pejabat dari Biro Kesra Banten.

“Belum ada tersangka lagi, saat ini kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sebelumnya 6 orang pejabat dari Biro Kesra Banten diperiksa, sekarang kami periksa lagi 5 orang dari biro yang sama. Mereka masih dalam bidang yang sama, tim evaluasi dan para Kasubagnya,” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tigarakasa, Ricky Tommy Haseholan di ruang kerjanya, Jumat (5/7).

Dengan begitu, kata Ricky, total keseluruhan saksi yang diperiksa terkait kasus dugaan korupsi berjamaah itu menjadi 11 orang. Pemeriksaan kelima saksi ini, dilakukan di ruang Pidsus dan berjalan secara intensif selama hampir 5 jam.

Ricky menduga dana sebesar Rp 500 juta yang digelontorkan Pemprov Banten tersebut tidak dipakai oleh tersangka MT saja, melainkan dibagi ke banyak orang. Untuk itu pendalaman pemeriksaan sangat dibutuhkan untuk melihat siapa saja yang terlibat. “Untuk itu pejabat di Biro Kesra yang diperiksa itu berkaitan dengan pencairan dananya kepada Yayasan Al Muqarobah. Kalau memang terlibat akan dinaikkan statusnya menjadi tersangka,” papar Ricky.

Indikasi dugaan korupsi yang dilakukan pengurus yayasan tersebut yakni dengan tidak menggunakan dana Bansos untuk pengembangan sarana pendidikan dan keagamaan semestinya atau sesuai dengan proposal yang diajukan.

“Artinya proyeknya fiktif. Bahkan kantor yag digunakan untuk yayasan tersebut hanyalan rumah sewaan. Inilah yang mendasari kami melakukan penyidikan, di samping adanya laporan dari masyarakat. Bayangkan saja, itu uangnya Rp500 juta, uang dengan jumlah besar itu,” tegasnya.

Ricky berjanji tidak akan menutupi perkembangan kasus ini, Kejari akan mengungkap secara detail kasus ini jika proses penyidikan sudah selesai. Termasuk jika ada pejabat dari Kantor Biro Kesra Provinsi Banten yang terlibat. “Percayakan pada kami. Siapapun yang menjadi tersangka akan kami informasikan kepada publik. Namun untuk kelancaran penyidikan, kami butuh waktu untuk mengungkap siapa-siapa saja yang terlibat dalam kasus ini,” tandasnya.

Diketahui, Kejari Tigaraksa telah menetapkan MT sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana Bansos tersebut. Tersangka adalah salah seorang pengurus Yayasan Al-Muqarobah. (ADITYA/IDM/BNN)

 




BACA JUGA:

pasang-iklan-banten-pos-news


KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
pasang-iklan-banten-pos-news
poling banten pos news
Vote!