Senin, 08 Juli 2013 - 13:10:57 WIB



PAMULANG, BP - Jumlah peserta Keluarga Berencana (KB) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus meningkat. Sampai pertengahan 2013, pelaksanaan KB di Kota Tangsel sudah melebihi target.

Berdasarkan catatan Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPPKB) Kota Tangsel, hingga April lalu tercatat ada 26.323 orang yang sudah menjadi peserta KB. Padahal, target pemerintah daerah sendiri hanya 24.667 peserta.

Jumlah peserta KB sendiri terus meningkat tiap tahunnya. Rinciannya, yakni pada 2011 terdapat 46.349 orang. Padahal, targetnya sebesar 38.130 orang. Sedangkan untuk tahun 2012 pemerintah daerah menargetkan 33.667 peserta KB, namun pada tahun itu jumlah peserta KB mencapai 77.890 peserta.

Sekretaris BPMPPKB Kota Tangsel, Yanti Sari mengakui jumlah peserta KB terus meningkat setiap tahunnya. Apalagi diakuinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melalui BPMPPKB terus melakukan sosialisasi pentingnya KB kepada masyarakat.

“Peserta KB terus meningkat setiap tahun. Kita berupaya untuk terus menekan laju pertumbuhan penduduk melalui sosialisasi program KB yang terus dilakukan,” kata Yanti Sari menjelaskan kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Dijelaskannya, program KB ini digulirkan untuk mengantisipasi melonjaknya populasi penduduk. Terlebih, diketahui bahwa laju pertumbuhan penduduk Kota Tangsel, merupakan tersebar dari delapan kota/kabupaten di Provinsi Banten.

“Setiap tahunnya kami mencanangkan program KB. Untuk tahun ini kami mencoba memasyarakatkan program KB bagi pria,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan Pemkot Tangsel terus mengantisipasi terjadinya lonjakan penduduk. Apalagi diakuinya, laju pertumbuhan penduduk di Kota Tangsel mencapai 4,7 persen per tahun. “Angka itu terbesar di Provinsi Banten,” katanya menjelaskan beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data statistik, pada 2005-2006, jumlah penduduk di kota dengan moto cerdas, modern dan religius ini mencapai 900.000 jiwa. Namun sejak 2008, jumlah penduduk itu melonjak menjadi di atas satu juta jiwa. Bahkan pada 2012, jumlahnya sudah mencapai 1,3 juta jiwa. Karena itu, kata dia, laju pertumbuhan penduduk itu harus diantisipasi supaya tidak melambung tinggi.

“Pengendalian penduduk itu dilakukan dengan berbagai cara, seperti program KB, yang telah terbukti sukses pada era Orde Baru,” tambahnya.(azh/odi)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus