banten pos news
pasang-iklan-banten-pos-news

Kepala Desa Terpilih Pasirampo Berijazah Palsu?

Selasa, 09 Juli 2013 - 12:20:23 WIB



Warga berunjukrasa menuntut Bupati Tangerang menunda pelantikan Kades Terpilih Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Janta yang diduga menggunakan ijazah palsu.

TIGARAKSA, BP - Puluhan warga Desa Pasir Ampo,Kecamatan Kresek mendatangi kantor bupati di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang Tigaraksa, Senin (8/7). Mereka mendesak Bupati A Zaki Iskandar tidak melantik Kepala Desa (Kades) Pasir Ampo terpilih, Janta lantaran diduga menggunakan ijazah palsu pada pencalonan saat Pilkades serentak 30 Juni lalu.

“Janta telah memalsukan ijazah SD-nya untuk mencalonkan diri sebagai Kades Pasir Ampo,” kata Koordinator Aksi warga Pasir Ampo, Sundra dalam orasinya di halaman kantor bupati.

Dari pantauan wartawan, puluhan warga Pasir Ampo mulai berorasi di depan kantor bupoati pukul 10.00 WIB. Aksi warga mendapat penjagaan ketat dari petugas Polsek Tigaraksa dan Satpol PP Pemkab Tangerang.

“Kami minta bupati melakukan pemeriksaan terhadap panitia Pilkades Pasir Ampo karena telah meloloskan calon Kades yang memiliki ijazah palsu,” kata Sundra.

Pilkades Pasir Ampo diikuti lima Calon Kades, masing-masing Saruf dengan nomor 1 bendera warna merah, Janta bendera warna kuning bernomor 2, Sukandi warna biru dengan nomor 3, Suwardi warna coklat dengan nomor 4 dan Yanto warna hijau dengan nomor 5.

Sundra kemudian menunjukkan foto copy hasil evaluasi atau rapot yang diserahkan ke panitia. Terdapat beberapa kejanggalan dalam fotocopian rapot Janta, yakni dalam lembar kenaikan kelas V, Janta malah naik ke kelas IV. Lembaran tersebut ditandatangani Syarif selaku Kepala SDN Kubang III Jayanti pada 8 Juni 1981. Kemudian fotocpy rapot kelas VI yang juga dinilai janggal karena ditandatangani pada 22 Juni 1983.

“Janta beralasan ijazahnya hilang dengan membuat surat keterangan hilang dari Kepsek SDN Kubang bernama M Yunus Hidayat pada 17 Oktober 2008 dengan nomor 421,2/421.7/041/SD yang juga ditandatangani Kepala UPT Pendidikan Jayanti Paijan,” ungkap Sundra.

Lanjutnya dalam surat kehilangan tersebut tercatat nama diatas lulusan SDN Kubang tahun ajaran 1983, dengan catatan ijazah telah hilang tahun 1988 dengan lampiran foto copy rapot sebagai pertimbangannya.

Protes hasil Pilkades serentak juga disampaikan warga Desa Kedung, Kecamatan Gunung Kaler. Mereka meminta Pemkab Tangerang turun tangan mengatasi persoalan calon tunggal pada Pilkades Kedung.

“Hanya satu calon akibat calon lain mundur karena panitia tidak netral,” kata tokoh masyarakat Desa Kedung, Lukman Hakim kepada wartawan kemarin. Sebelumnya, kata Lukman, ada tiga Calkades, namun yang dua menolak naik ke atas panggung lantaran mengundurkan diri. “Panitia tetap melanjutkan pencoblosan meski cuma satu calon,” ungkapnya.

Seorang anggota Panitia Pilkades Kedung, Saefudin menyatakan telah menjalankan tugasnya sesuai aturan. "Kalau ada calon mengundurkan diri, tidak mempengaruhi Pilkades, karena sudah ada aturannya," jelasnya.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gunung Kaler, Satibi mengaku pihaknya tidak berhak ikut campur atas hasil Pilkades Kedung karena sudah diatur dalam Perda nomor 7 tahun 2006 tentang pemerintahan desa.

“Berdasarkan Perda nomor 7 tahun 2006, pasal 52 ayat 2, disebutkan calon kepala desa yang sudah mengundurkan diri tidak boleh mendaftarkan lagi. Walau hanya ada satu calon, Pilkades tetap bisa dilaksanakan," tandasnya.

Sementara Kepala Bagian Pemerintahan Desa Pemkab Tangerang, Aziz Gunawan mengatakan, hasil pemilihan harus dibatalkan jika Kades terpilih terbukti menggunakan ijazah palsu. “Yang berhak membatalkan adalan panitia dan BPD (badan perwakilan desa-red),” jelasnya.(DIT/ODI/BNN)




BACA JUGA:

pasang-iklan-banten-pos-news


KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
pasang-iklan-banten-pos-news
poling banten pos news
Vote!