banten pos news
pasang-iklan-banten-pos-news

Pasca Terbakar, SDN Pasanggrahan IV Bakal Maksimalkan Lima Kelas

Kamis, 11 Juli 2013 - 12:47:19 WIB



Seorang guru SDN Pasanggrahan IV mengamati puing meja, kursi almari yang terbakar di lantai kelas.

TIGARAKSA, BP – Pasca terbakarnya gedung SDN Pasanggrahan IV, Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang menyatakan tidak akan mengungsikan murid saat memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun ajaran baru pekan depan.

Sebelumnya, 3 lokal kelas dan 1 kantor guru SDN SMPN Satu Atap (Satap) Pasanggrahan IV di Kampung Lodong, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang, ludes dilalap si jago merah, Selasa (9/7) lalu.

“Kami jamin murid masih tetap bisa belajar di dalam kelas,” kata kabid SD dan SMP Dindik Kabupaten Tangerang, Endang Waryo, Rabu (10/7)

Menurut Endang, tidak seluruh ruang kelas yang musnah dalam peristiwa kebakaran tersebut. Masih terdapat lima kelas lainnya yang bisa digunakan untuk KBM murid SD. “Lima kelas sementara akan kami maksimalkan untuk KBM murid,” jelasnya Endang seraya enggan berkomentar ketika disinggung soal adanya indikasi sekolah sengaja dibakar pihak tertentu. “Biar aparat kepolisian yang mengusutnya,” imbuhnya.

Demikian juga soal perbaikan 3 lokal kelas dan 1 kantor guru yang terbakar, Endang mengaku belum bisa memastikan. Pihaknya masih membahas dengan pihak terkait lainnya di Pemkab Tangerang. Namun dia berharap rehab bisa segera dilaksanakan.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Hadi Hartono mengatakan, untuk menjawab keresahan warga setempat, aparat kepolisian harus mengusut tuntas adanya dugaan unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran sekolah tersebut.

“Sangat disayangkan jika memang ada unsur kesengajaan. Sekolah yang jauh dari pusat pemerintahan itu sangat dibutuhkan warga,” katanya seraya mendesak Pemkab Tangerang untuk segera membangun kembali kelas yang terbakar.

Diketahui, tiga ruang kelas dan 1 ruang guru SDN SMPN Satu Atap (Satap) Pasanggrahan IV di Kampung Lodong RT.02/06, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear ludes terbakar, Selasa (9/7) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Tiga lokal yang terbakar yakni kelas I, II dan III serta kantor guru SD. Sampai kemarin (10/7), puing bekas kursi, meja, lemari dan perabotan lainnya yang terbakar masih berserakan di lantai kelas. Termasuk plafon dan kerangka atap yang ambruk. Sedangkan sisa kayu nampak masih menopang atap yang terbuat dari baja ringan.

Penjaga Sekolah, Harta (49) mengatakan, api mulai berkobar sekitar pukul 01.30 WIB. Sebelumnya, dia sempat berada di sekolah dan pulang ke rumah sekitar pukul 23.00 WIB. “Saya dibangunin warga, katanya sekolah kebakaran,” kata Harta yang kala itu bersama warga mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun api sulit dikendalikan dan akhirnya melalap tiga lokal kelas dan satu kantor guru.(DIT/ODI/BNN)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus