Kamis, 11 Juli 2013 - 13:07:46 WIB



SERANG, BP -  Tiga pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Banten  yang seharusnya sudah memasuki masa pensiun, diperpanjang masa dinasnya oleh Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Ketiganya adalah Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang, Sutadi; Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Permukiman, Iing Suwargi; dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Widodo Hadi.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pemprov Banten Anwar Mas’ud, Rabu (10/7), membenarkan perihal tersebut.

“Betul, seingat saya ada tiga pejabat yang diperpanjang oleh Ibu Gubernur. Pak Sutadi adalah perpanjangan kali kedua. Sedangkan Pak Widodo dan Pak Iing perpanjangan pertama. Masing-masing diperpanjang  selama dua tahun,” terangnya.

Disinggung mengenai alasan perpanjangan ketiga pejabat tersebut, Anwar mengatakan,  hal tersebut merupakan kewenangan gubernur.

“Itu kewenangan Ibu Gubernur. Tapi saya melihat  semuanya telah sesuai, karena  sebelum dilakukan perpanjangan dilihat juga kompetensi dan kesehatannya,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bappeda Pemprov Banten Widodo Hadi juga mengakui mengenai perpanjangan masa jabatannya itu. “Saya diperpanjang selama dua tahun oleh Ibu Gubernur sampai tahun 2015 sejak Maret lalu. Dan ini adalah perpanjangan yang pertama,” terangnya.

Ketua Gerakan Masyarakat untuk Perubahan (GEMPUR) Mulya Nugraha menilai, perpanjangan masa dinas para pejabat tersebut menunjukkan Pemprov Banten mengalami krisis pegawai yang berkualitas. “Dari sisi ideal ini mengindikasikan pengkaderan tidak jalan. Jadi SKPD yang bertanggungjawab soal itu, apa saja kerjanya sejauh ini. Atau memang sengaja dihambat,” kata Mulya.

Lebih jauh Mulya juga melihat, pertimbangan perpanjangan ketiga pejabat tersebut hanya didasarkan kepada aspek loyalitas para pejabat bersangkutan kepada gubernur. Padahal, lanjutnya, pemberian amanat sebuah jabatan harus berdasarkan aspek kompetensi, kapasitas, kapabilitas dan integritas seorang pejabat.

 “Kalau melihat kecakapan, buktinya kan DBMTR dan SDAP itu paling banyak dikritisi kinerjanya selama ini oleh elemen masyarakat,” kata Mulya merujuk pada seringnya kedua SKPD tersebut didemo massa.

(RUS/IDM)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus