Senin, 15 Juli 2013 - 10:44:40 WIB



PURWAKARTA, BP - Tak banyak industri rumahan yang memproduksi makanan khas, yang jarang ditemui diberbagai tempat. Salah satunya adalah Kelurahan Kebondalem Kecamatan Purwakarta Kota Cilegon. Di tempat ini beberapa Perusahaan Industri Rumah Tangga (P-IRT) memproduksi getas.

Tahukah anda getas? Bagi warga Cilegon asli, makanan ini tentu tidak aneh lagi. Bentuknya tipis, bulat dan rasanya gurih seperti kerupuk. Di Kelurahan Kebondalem Kecamatan Purwakarta, Getas dibuat di industri rumahan yang banyak terdapat di sana. Salah satu pengrajinnya adalah, Asmawati. Ia adalah salah satu pelopor pembuatan getas yang telah beroperasi selama puluhan tahun memproduksi makanan khas Cilegon yang sudah dibawa hingga ke luar Pulau Jawa.

Cara membuat getas tak terlalu sulit. Campuran tepung beras dan terigu ditamabh dengan bumbu seperti bawang putih, dan garam diaduk hingga kalis dan mudah dibentuk. Bentuk bulat panjang lalu giling dalam cetakan hingga menjadi tipis. Setelah itu dicetak dengan cetakan khusus berbentuk bulat dan siap digoreng dalam minyak panas.

Untuk membuat aneka rasa bisa ditambahkan seledri (bila suka) atau tambahan cabe untuk getas rasa pedas, atau bisa juga diberi tambahan wijen hingga menjadi cantik dengan taburan wijen di atasnya.

Dalam sehari Asmawati dapat memperoduksi hingga sepuluh kilogram getas. Getasnya dipasarkan di kalangan sendiri atau di titipkan di toko suvenir dengan tampilan  dan kemasan yang cantik. Tetapi pada musim liburan seperti jelang lebaran produksinya bisa bertambah dua kali lipat karena banyaknya permintaan pasar.

”Kadang-kadang ada orang sekali pesan sepuluh kilograrm hingga dia terpaksa harus menambah tenaga kerjanya menjadi dua kali lipat. Tenaga kerja juga berasal dari tetangga sendiri,” ujarnya.

Untuk satu kilogram getas dia menjualnya seharga Rp40 ribu. Biasanya Asmawati mengemasnya dalam bentuk setengah kiloan. Harapan pemegang sertifikasi halal untuk semua produknya dari MUI ini adalah getas dapat menjadi penganan yang disukai siapa saja tidak saja orang Cilegon tetapi sampai tingkat nasional atau bahkan mancanegara. (K10/ZAL/IGO)

 




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
Designed by: www.BantenWebsiteMurah.com Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net