Rabu, 24 Juli 2013 - 13:30:58 WIB



SERANG, BP - Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pemerintah Kabupaten Serang tengah melakukan penjajakan pembangunan depo minyak di Kecamatan Tanara dan Tirtayasa. Penjajakan pembangunan depo tersebut digadang-gadang menjadi depo bagi distribusi minyak bumi se Pulau Jawa.

Hal tersebut terungkap dari hasil rapat kunjungan Kementrian ESDM dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang berlangsung tertutup di Pendopo Bupati Serang, Selasa (23/7).

Bupati Serang, Ahmad Taufik Nuriman yang ditemui wartawan usai rapat membenarkan bahwa pihaknya dengan Kementrian ESDM tengah menjajaki pembangunan sebuah depo minyak yang direncanakan akan didirikan di dua kecamatan bagian utara Kabupaten Serang itu. Kabupaten Serang masuk dalam penjajakan pembangunan depot bersama lima provinsi lainnya.

“Ya, dari presentasi Kementrian ESDM seperti itu tapi kita bukan satu-satunya yang dijajaki, ada lima provinsi lainnya juga tapi saya kurang paham provinsi mana saja. Namun begitu kami sangat serius menanggapinya dan cukup bangga jika Kabupaten Serang yang dipilih Kementrian ESDM,” ujarnya.

Taufik mengungkapkan, dari presentasi itu juga direncanakan bahwa pembangunan depo tersebut berskala nasional dengan cakupan se Pulau Jawa. Sedangkan dana seluruhnya berasal dari APBN, Pemkab hanya sebagai pendukung pelaksana saja. “Nanti depo minyak ini akan menampung minyak impor kemudian nanti disalurkan ke pembeli di Pulau Jawa. Posisi Pemkab hanya sebagai pendukung saja karena seluruh anggaran ditanggung APBN,” katanya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, lanjut Taufik, Kementrian ESDM setidaknya membutuhkan lahan seluas 1.000 hektar dengan tahap awal ketersediaan lahan seluas 500 hektar. Namun dari luas tanah yang diminta Pemkab Serang hanya memiliki sekitar 800 hektar.

“Penyediaan lahan yang diminta cukup luas yakni 1.000 hektar. Kalau untuk penyediaan awal kami siap tapi untuk keseluruhan nampaknya kurang 200 hektar itupun nantinya fisik bangunannya akan berada di darat dan perairan,” ungkapnya.

Untuk mekanisme realisasi pembangunan depo minyak tersebut, selain penyediaan lahan Pemkab Serang belum mengetahui mekanisme pendukung lainnya semisal dari segi perizinan. “Untuk lainnya belum tahu karena ini kan baru penjajakan awal. Mungkin dipenjajakan berikutnya kita akan lebih mengetahuinya,” ucapnya.

Namun sayang dua perwakilan Kementrian ESDM saat dimintai keterangan enggan berkomentar. Mereka beralasan belum saatnya memberikan komentar terkait pembangunan depot minyak selama penjajakan berlangsung. “Maaf kami belum bisa memberi keterangan. Belum waktunya karena masih penjajakan silahkan ke Pak Bupati saja,” ucap salah seorang perwakilan Kementrian ESDM.

Terpisah Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Adhadi Romli mengaku, belum mengetahui rencana pembangunan depo tersebut. Namun begitu jika hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat maka hal tersebut wajib dilaksanakan.(DWA/IGO)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus