banten pos news
pasang-iklan-banten-pos-news

PPS Diminta Tidak Copot DPS

Kamis, 25 Juli 2013 - 13:07:41 WIB



KPU memasang sapnduk berukuran raksasa di dinding kantor untuk mensosialisasikan penyelenggaraan Pemilu Legislatif tahun 2014 mendatang.

JAKARTA, BP - Meski batas waktu pengumuman berakhir pada Rabu (24/7) kemarin, namun sejumlah pihak menyarankan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk tidak mencopot Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang dipajang di kelurahan/desa seluruh Indonesia sejak 11 Juli lalu.

Menurut Manajer Pemantauan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz, keberadaan pengumuman tersebut dibutuhkan masyarakat. Di antaranya untuk menfasilitasi apabila masih ada masyarakat yang ingin memastikan namanya terdaftar.

Selain itu juga penting bagi pemilih untuk dapat membandingkan kualitas DPS dengan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) nantinya yang disusun PPS berdasarkan masukan dari masyarakat hingga 1 Agustus mendatang.

"Juga sekaligus untuk mengukur sejauh mana pemutakhiran data pemilih dilaksanakan, apakah data lebih akurat, mutakhir dan komprehensif setelah mengalami perbaikan di tingkat kelurahan dari DPS ke DPSHP," ujarnya di Jakarta.

Masykurudin mengungkapkan hal tersebut bukan tanpa alasan. Namun semata-mata bercermin dari penyelenggaraan pemilu 2009 dan Pilkada sepanjang 2010-2013, dimana data menunjukkan hasil perbaikan DPS yang dilakukan petugas pemutakhiran seringkali mentah di tingkat kelurahan.

Sehingga ketika menjadi DPSHP nama-nama pemilih yang tidak berhak memilih yang sudah dibersihkan oleh petugas, kembali muncul. Hal ini disebabkan karena adanya sistem dan koordinasi pemutakhiran yang kurang baik.

Untuk tidak menanggulangi hal tersebut terjadi kembali, Masykurudin menilai lembaran pengumuman DPS yang tidak dicopot dari kelurahan-kelurahan bisa menjadi alat kontrol. Baik tentang kualitas data pemilih maupun mengontrol petugas pelaksana pemutakhiran yang ada.

"Oleh karena itu jangan copot DPS. Biarkan lembaran kertas pengumuman tersebut tetap dapat dinikmati oleh masyarakat pemilih saat berkunjung ke kelurahan hingga DPSHP selesai,"ujarnya.

Masykurudin menilai perbandingan antara DPS dan DPSHP itulah inti dari seluruh kualitas daftar pemilih, karena kunci pemutakhiran data Pemilu ada di kelurahan, bukan yang lain.(gir/odi/jpnn)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus