banten pos news
pasang-iklan-banten-pos-news

BKD Akan Surati Presiden

Jumat, 26 Juli 2013 - 11:49:12 WIB



SERANG, BP - Dicoretnya Kota Serang dari website resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB) sebagai salah satu pemerintah daerah yang mendapatkan kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2013, menandakan ketidakjelasan sikap KemenPAN RB. Untuk itu Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Serang berencana melayangkan surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Awalnya masyarakat Kota Serang sudah sangat antusias atas ditetapkannya Pemkot Serang sebagai daerah yang berhak menyelenggarakan perekrutan CPNS. Kami sangat kecewa. Untuk itu kami akan layangkan surat kepad presiden,” kata Kepala BKD Kota Serang, Akhmad Benbela, Kamis (25/7).

Dikatakan Benbela, sikap KemenPAN RB yang langsung mengubah nama Kota Serang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu mengundang tanda tanya. Selain itu, tidak ada klarifikasi atau permintaan maaf dari KemenPAN RB jika pencantuman nama Kota Serang dalam website adalah suatu kesalahan.

Sebelumnya, nama Kota Serang tercatat sebagai daerah ke-81 yang mendapatkan kuota penerimaan CPNS. Namun saat ini posisi tersebut malah digantikan menjadi Kabupaten Serang. Pemkot Serang tidak mempermasalahkan Kabupaten Serang mendapatkan kuota CPNS atau tidak, karena itu urusan Kabupaten Serang.

“Yang kami sayangkan kenapa perubahan itu tanpa pemberitahuan,” ujarnya.

Dikatakan Benbela, yang lebih tidak masuk akal, pihak KemenPAN RB mengaku kesalahan itu dilakukan oleh bidang lain di kementerian tersebut. Karena sekelas kementerian seharusnya kecerobohan seperti itu tidak terjadi. KemenPAN RB terkesan hanya saling tuding.

“Kenapa itu bisa terjadi? Ini kan menunjukkan pekerjaan yang tidak profesional. Hanya bikin kisruh pemerintah daerah saja,” ujar Benbela.

Terpisah, Wakil Walikota Serang, Nana Suryana mengaku merasa aneh mengapa nama Kota Serang yang awalnya tertera malah sekarang tidak ada. Anehnya, Kabupaten Serang langsung dapat surat keputusan dapat kuota CPNS. Menurut nana, orang yang menginput data yang salah itu seharusnya direformasi juga, seperti nama KemenPAN RB. Ia juga mengaku heran mengapa sekelas kementerian bisa salah menginput data.

“Mungkin kurang 'lobi' atau karena ada 'faktor lain', seperti yang dikatakan Ketua DPRD Ibu Nuraeni,” tutur Nana.

Nana menambahkan, idealnya saat KemenPAN RB memasukkan nama Kabupaten Serang ke website (karena Kabupaten Serang tertera dalam berita acara), nama Kota Serang juga tidak dicoret dan diberikan kuota, yang diambil dari 2.000 kuota CPNS yang masih tersisa. 

“Ini menunjukkan kecerobohan kinerja KemenPAN RB,” ungkapnya.(APP/RIF)

 




BACA JUGA:

pasang-iklan-banten-pos-news


KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
pasang-iklan-banten-pos-news
poling banten pos news
Vote!