Jumat, 26 Juli 2013 - 11:50:21 WIB



Melambungnya harga sejumlah bahan dasar bumbu masakan membuat konsumen harus memutar otak untuk mempertahankan cita rasa masakan dengan kocek yang terbatas. Salah satu siasat yang mulai dilirik konsumen yakni membeli bumbu racik (bumbu masak instan). Selain lebih murah, bumbu racik juga dinilai lebih praktis dalam penggunaannya.

Seperti diungkapkan salah satu konsumen di Pasar Ciruas, Herlina yang mengatakan, dengan alasan mempertahankan cita rasa masakan, ia kini lebih memilih membeli bumbu racik dibanding membeli bahan dasar bumbu masakan satu per satu. Ketersediaan ragam bumbunya juga Terbilang lengkap dan bermacam-macam dari bumbu nasi goreng hingga rendang.

“Sekarang enak menggunakan bumbu racik selain tinggal pakai. Kalau membeli bumbu dasar masakan lebih ribet karena harus memprosesnya lagi,” katanya.

Dikatakan Herlina, selain karena alasan lebih efisien, alasan harga juga menjadi faktor lainnya. Pasalnya, dengan bumbu racik untuk mengolah rendang ukuran satu kilogram hanya membutuhkan sekitar Rp15.000 saja. Sedangkan jika mengunakan bumbu dasar justru biaya yang harus dikeluarkan lebih mahal dua kali lipat.

“Dengan bumbu racik juga untuk mengolah masakan lebaran nanti bisa lebih murah. Ya, salah satunya sudah terbukti saat saya mengolah rendang,” ujarnya.     

Namun ia mengaku, bumbu racik masih memiliki kelemahan yakni cita rasa yang tidak sesempurna bumbu hasil dari olahan bahan dasar. Oleh karenannya ia juga masih memantau perkembangan harga bahan dasar masakan di pasaran dan akan meninggalkan bumbu racik jika harga bahan dasar masakan mulai turun.  

“Ya ada plus minus-nya juga penggunaan bumu racik. Saya juga sebenarnya ingin kembali menggunakan bahan dasar masakan jia harganya sudah turun lagi,” ungkapnya.

Salah satu pedagang Pasar Ciruas, Abdullah membenarkan, saat ini bumbu racik mulai diserbu para konsumen. Adapun bumbu racik yang diserbu saat bulan ramadan dan menjelang hari raya yakni bumbu racik ayam gorEng, sayur sup, opor ayam, sambal goreng dan rendang.

“Sekarang pembeli lebih memilih bumbu racik. Bumbu racik yang diserbu itu bumbu racik masakan khas puasa dan lebaran. Untuk memenuhi permintaan yang mulai membludak, saya juga sudah menyiapkannya minimal cukup hingga menjelang lebaran nanti,” tuturnya.(DWA/RIF)

 




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus