Sabtu, 27 Juli 2013 - 14:25:48 WIB



Tak kurang dari 500 pelajar dan mahasiswa dari berbagai SMA, MA, Ponpes dan Perguruan Tinggi yang ada di Lebak, mengikuti  acara Halaqoh agama dan pembangunan serta  Pesantren Kebangsaan. Kegiatanitu digagas oleh Lingkar Studi Islam dan Sosial (LSIS) Kabupaten Lebak, bersama PPFKRM,MUI GMNU, KMNU, FATAYAT, IPPNU, ISNU, MPI, BEM STAI La Tansa Mashiro, PK KNPI Kecamatan Rangkasbitung, Kalanganar dan Sajira, yang dilangsung di Wisma Sugri Rangkasbitung, kemarin.

Halaqoh Agama dan Pembangunan serta  Pesantren Kebangsaan angkatan ke VI tahun 2013 itu berlangsung selama tiga hari, sejak Kamis (26/7) hingga hari ini Sabtu (28/7), dipandu oleh moderator, Wahyu Nurhidayat, menghadirkan tiga narasumber, dari kalangan intelektual muda, diantaranya Mochamad Husen dari forum lintas Agama (FPLA) Banten yang mengetengahkan materi “Spirit Keberagamaan terhadap Pembangunan”. Nurul Huda dari unsur Pondok Pesantren, yang mengetengahkan ”Teologi pembangunan dalam Islam”, dan Sehabudin dari DPD KNPI Banten, dengan materi “Toleransi Agama sebagai Perekat Sosial”.

Menurut ketua LSIS Lebak, Iyan Fitriyana, kegiatan yang mengambil tema “Spirit Keberagamaan Sebagai Potensi Pembangunan” itu secara rutin digelar bekerjasama dengan berbagai pihak. “Tujuan dari acara ini adalah untuk memberikan berbagai pemahaman termasuk untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan agama bagi para pemuda khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa,” kata Iyan Fitriyana.(RIS/ENK)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus