Selasa, 30 Juli 2013 - 12:45:36 WIB



TANGERANG, BP - Petugas Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang menangkap STB (40) dan JN (51). Keduanya diduga menjadi otak pembunuhan pasangan suami istri (Pasutri) Soleh (46) dan Cenil (60), warga Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

“Kedua tersangka kami tangkap di Palembang ketika sedang berada di Full Damri,” kata Kapolrestro Tangerang, Kombes Pol Riad kepada wartawan kemarin (29/7).

Kedua tersangka, kata Riad, sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pembunuhan. STB dan JN diduga telah merencanakan terlebih dahulu sebelum menghabisi Pasutri naas itu.

“Motifnya dendam lanatran tersangka STB kerap ditagih utang. Tersangka juga merampas sepeda motor korban,” ungkap Kombes Riad.

Diketahui, Pasutri Soleh dan istrinya Cenil, ditemukan tewas di parit belakang rumah mereka di areal perkebunan Jalan Perkutut III, RT 03/06, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Kamis (11/7).

 Jenazah keduanya tergeletak di dalam kubangan yang berada di belakang rumah gubuk milik korban. Hasil identifikasi menunjukkan, Soleh menderita luka gorok di bagian leher, sedangkan istrinya tewas akibat dibenamkan ke dalam kubangan.

Setelah sempat buron selama 17 hari, tersangka berinisial STB (40), warga Jalan Sukarela, Desa Sukarani, Kecamatan Sukarani, Kota Palembang, akhirnya ditangkap polisi, pada Kamis (25/7) di KM 7, Full Damri, Palembang.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap pembunuhan itu bermotif dendam. Tersangka malu setelah ditagih hutang di depan mertuanya. Pelaku membunuh Pasutri menggunakan cutter. Setelah dihabisi, keduanya kemudian diseret keluar dan dibuang di kubangan belakang rumah dan ditutup menggunakan pagar bambu.

Usai membunuh korban, lanjut Kapolres, tersangka mengambil sepeda motor korban dan menjualnya ke seorang penadah berinisial JN bin MS (50), warga Kampung Pondok Kelor, Kelurahan Sepatan, Kabupaten Tangerang seharga Rp 2,5 Juta.

Atas perbuatannya, tersangka STB dijerat pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara. Sedangkan tersangka JN dijerat pasal 480 tentang penadahan dengan ancaman 4 tahun penjara.

Tersangka STB mengakui nekat menghabisi kedua pasutri tersebut lantaran sering ditagih hutang. Karena kesal, tersangka mendatangi rumah korban pada malam hari. Tersangka menunggu korban pulang dari pasar.

Begitu korban dating, tersangka langsung mengeurnya. Smepat terjadi pertengkaran antara korban dengan tersangka. Keduanya bahkan terlibat duel. Tersangka kemudian menyayatkan cutter ke tubuh korban. Dalam kondisi tak berdaya, leher korban kemudian disayat tersangka.        

Istri korban yang mencoba membantu, juga terkena sabetan cutter tersangka. Rambut korban dijambak kemudian kepalanya dibenturkan ke pohon belakang rumah. Dengan sadis, tersangka lalu membenamkan wanita malang itu ke selokan, Mayat pasutri itu kemudian ditutupi pagar bambu.(K-14/ODI)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus