banten pos news
pasang-iklan-banten-pos-news

Pengamanan Rutan Diperketat

Selasa, 20 Agustus 2013 - 11:25:53 WIB



PANDEGLANG, BP - Pasca pecahnya kerusuhan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas IIA Labuhan Ruku, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Minggu (18/8) lalu, pihak Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Pandeglang mulai memperketat pengamanan. Pengamanan ekstra diantaranya dengan menambah jumlah petugas jaga Polsuspas dan polisi, serta pengamanan lainnya.


Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Klas IIB Pandeglang, Teddy Haryanto mengatakan, jauh sebelum kerusuhan di LP Labuhan Ruku pecah pihaknya sudah memperketat pengamanan Rutan. Kata dia, pihaknya makin mengintensifkan pengamanan pasca kerusuhan LP Tanjung Gusta beberapa waktu lalu.


Menurutnya, kemungkinan kerusuhan LP seperti itu terjadi di Pandeglang, namun yang perlu dilakukan tentu melakukan upaya deteksi dini. “Kita sudah lama berkoordinasi dengan Polres Pandeglang, bahkan sebelum kejadian di LP Tanjung Gusta. Alhamdulillah respon dari Polres Pandeglang cukup bagus dan kita lakukan kerjasama pengamanan, kita diberi bantuan tambahan pengamanan dari polisi,” terang Teddy, Senin (19/8) siang.


Pria yang sebelumnya bertugas di LP Serang ini mengungkapkan, saat ini penghuni Rutan Pandeglang mencapai 180 nara pidana (Napi) dan tahanan. Jumlah itu lebih besar jika dibanding dengan kapasitas Rutan yang hanya mampu menampung 143 orang. Sejak kerusuhan Labuhan Ruku, ujar Teddy, pihaknya seketika langsung menghentikan saluran media informasi baik televisi, radio dan lainnya kepada warga binaan.

“Pada malam kejadian (kerusuhan LP Labuhan Ruku, red) saya sempat berkomunikasi dengan Kasat Sabhara Polres Pandeglang, dan saat itu langkah pertama kita matikan saluran televisi. Hal itu dilakukan guna menghindari efek domino dari informasi yang
diterima warga binaan, namun itu sementara,” papar Teddy, yang mewakili Karutan Akbar Amnur yang masih di Tangerang.

Ditemui terpisah, Kabag Ops Polres Pandeglang, Kompol Rahman Arif menjelaskan, sejak beberapa waktu terakhir pihaknya
memberikan bantuan petugas untuk mengamankan Rutan Pandeglang. Pihaknya mengantisipasi adanya upaya duplikasi kejadian di tempat lain oleh warga binaan Rutan karena mendapatkan informasi tersebut.


Apalagi, terang dia, kondisi pengamanan Rutan Klas IIB Pandeglang masih minim dan terjadi over load tahanan. “Pengamanan itu analisis kita, bukan permintaan dari pihak Rutan. Pengamanan dilakukan sebelum lebaran, awalnya empat anggota polisi sekarang ditambah menjadi delapan anggota bersenjata lengkap disetiap jam piketnya,” ucap Kompol Rahman Arif. Pihaknya juga menyarankan kepada pihak Rutan Pandeglang untuk lebih memperketat pengamanan dan menghentikan sementara saluran media informasi. Sebab, kemungkinan kejadian serupa bisa saja terjadi di manapun dan kapan pun. Apalagi, di Rutan Pandeglang tidak ada pembatas antara pegawai dengan tahanan.

Pantauan BANTEN POS di dalam Rutan Pandeglang tidak terdapat kamera pengintai atau Cross Circuit Television (CCTV) untuk memantau situasi Rutan. Sementara, sejumlah Napi dan tahanan terlihat melakukan aktivitas seperti olahraga, menjemur pakaian, membersikan Rutan dan lainnya.(ARI/MOR)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
poling banten pos news
Vote!