Selasa, 20 Agustus 2013 - 13:47:31 WIB



Abraham Samad

JAKARTA, - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengisyaratkan bahwa ada aktor utama di belakang kasus yang menjerat Kepala SKK Migas nonaktif, Rudi Rubiandini. KPK juga mengisyaratkan bahwa Rudi bukanlah aktor utama dalam kasus suap di sektor migas tersebut. Penyidik KPK bahkan telah menemukan bukti kuat untuk mengungkap pelaku utama dalam kasus hasil operasi tangkap tangan itu.

Menurut Ketua KPK, Abraham Samad, petunjuk untuk menjerat pelaku utama dugaan suap SKK Migas diperoleh dari dokumen yang disita penyidik KPK dalam penggeledahan di sejumlah tempat. Menurutnya, dokumen itu tengah diverisikasi. "Bukti-bukti atau dokumen yang didapatkan dari hasil penyitaan itu, setidaknya dapat disebutkan sebagai bukti yang sangat signifikan untuk membongkar kasus korupsi yang terjadi di institusi SKK Migas," kata Abraham kepada wartawan, Senin (19/8).

Bagaimana soal dugaan dana suap SKK Migas untuk Partai Demokrat? Abraham menyatakan dugaan itu belum bisa disimpulkan karena penyidik masih mendalami bukti-bukti berupa dokumen. Namun, dia sudah bisa menyimpulkan bahwa dokumen tersebut sudah terang benderang untuk mengungkap suap di SKK Migas.

“Tapi yang pasti dan yang jelas, bahwa dari hasil penyitaan dokumen-dokumen itu, bisa disimpulkan bahwa bukti-bukti menjadi terang benderang, dan semakin signifikan untuk membongkar aktor intelektual dalam kasus dugaan korupsi di institusi SKK Migas ini," tegasnya.

Hanya saja Abraham mengaku belum bisa menyampaikan bukti yang sudah dipegang KPK. Alasannya, karena hal itu sudah masuk materi penyidikan.

Ketika disinggung kemungkinan memeriksa Menteri ESDM, Jero Wacik, Abraham Samad mengaku belum menjadwalkan pemanggilan terhadap Ketua Komite Pengawas SKK Migas itu. "Untuk sementara belum kita jadwalkan, masih menunggu tahapan dari verifikasi yang dilakukan dari dokumen-dokumen, dan barang bukti dari hasil penyitaan," kata Abraham Samad, kemarin.

Namun mantan aktivis anti korupsi dari Makassar itu tidak membantah bila diperlukan maka pemeriksaan terhadap Jero Wacik segera dijadwalkan.

"Jadi tidak menutup kemungkinan, siapa saja yang dibutuhkan keterangannya untuk bisa mengurai atau bisa membuat kasus ini semakin terang benderang, tentunya kita akan panggil," tegasnya.

Pada bagian lain, setelah hampir sepekan berada di balik tahanan KPK, tersangka kasus suap Migas Rudi Rubiandini akhirnya angkat bicara. Rudi mengaku dirinya berada di tengah-tengah ratusan penjahat sektor Migas.

"Saya berada di tengah-tengah ratusan penjahat Migas. Meski kadang sendirian, saya berusaha mana yang bisa diperbaiki, saya perbaiki. Sungguh tidak mudah," kata Rudi dengan mata berkaca-kaca, Senin (19/8).

Rudi pun mengulang kembali komitmen yang pernah disampaikan kepada kolega di jajaran Lembaga dan Kementrian. Pada mereka Rudi pernah menegaskan ingin memperbaiki sektor Migas, terutama dari mafia-mafia Migas yang banyak bermain. "Saya sudah berusaha menjaganya. Tapi inikan banyak sekali pemainnya," kata Rudi.(FAT/IGO/JPNN)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus