banten pos news
pasang-iklan-banten-pos-news

Muhtadi Dimyati Tuding HTI & FPI Anti-Pancasila

Jumat, 23 Agustus 2013 - 11:34:19 WIB



SERANG, BP - Pemimpin Pondok Pesantren Cidahu, Cadas Sari, Pandeglang, KH Muhtadi Dimyati menilai Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI) sebagai anti-NKRI dan Pancasila.

“HTI dan FPI tidak boleh diikuti. Kita mesti waspada dan menjaga anak-anak, keluarga dan masyarakat, khususnya di Banten agar tidak ikut-ikutan ormas Islam yang menentang NKRI dan Pancasila,” ujar ulama Banten yang kerap disapa Abuya ini dalam tausiyahnya di acara Halal Bihalal Majlis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten  di Masjid Agung Ats Sauroh, Kota Serang, Kamis (22/08). Acara dihadiri ribuan hadirin dari ulama dan santri MPS Banten.

Diungkapkan Muhtadi, agama Islam dan ulama besar di Banten mengajarkan persatuan, kesatuan dan Pancasila sebagai buah perjuangan bersama yang mesti dijaga. Sedangkan HTI dan FPI adalah orang muslim yang justru mau menumbangkan Pancasila. “Sudah lama saya mengamati HTI dan FPI. Pengamatan saya ini sudah pada kesimpulan untuk memfatwakan HTI dan FPI tidak boleh diikuti, karena mereka memecah belah masyarakat. Perbuatan ini tentu saja tercela, sesuatu yang tercela adalah dosa, jika kita mengikuti sesuatu yang berdosa, tentu saja haram,” paparnya.

Meski begitu, lanjut Muhtadi, mesti diingat bahwa HTI dan FPI juga adalah saudara-saudara sesama umat Islam kita yang tidak boleh dianggap murtad. “Mereka hanya kurang ilmu, pemahaman dan ahistoris. Mereka mesti diingatkan. Jika sudah diingatkan tidak terima, serahkan saja pada pihak kepolisian. Tidak boleh masyarakat di Banten meniru HTI dan FPI yang menghalalkan penggunaan kekerasan, apalagi membunuh sesama orang Islam,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua MPS Banten Matin Syarkowi menegaskan, Banten adalah yang pertama menyatakan dan menyadari bahayanya HTI dan FPI kepada masyarakat, agama, bangsa dan Negara. MPS sendiri, kata dia,  mencoba mengantisipasi bahaya ini dengan memperkuat soliditas kemasyarakatan, kemurnian keilmuan dalam agama dengan menggelar pengajian secara rutin.

Ketua FPI Banten Ujang Ma’arif mengatakan, FPI justru ormas Islam yang sangat mencintai NKRI dan Pancasila. “Sebagai bukti, nanti hari Minggu (25/8) kami mau harlah (hari lahir FPI) di Petamburan sekalian 17-an (peringatah HUT RI). Itu salah satu bentuk nasionalisme dan kecintaan kami kepada NKRI,” katanya seraya menganggap biasa pernyataan-pernyataan pihak yang memojokkan FPI. “Kami sudah biasa difitnah,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua HTI Banten M Yassin Muthahar tidak menerima panggilan telepon di ponselnya. Pesan pendek yang dikirimkan BANTEN POS juga tak dibalas hingga bertia ini diturunkan. (*/IDM)




BACA JUGA:

pasang-iklan-banten-pos-news


KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
pasang-iklan-banten-pos-news
poling banten pos news
Vote!