Selasa, 27 Agustus 2013 - 11:24:40 WIB



ilustrasi

SERANG, BP - Jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Serang berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, masih ada 12.658 KK. Pada 2010 lalu jumlah RTLH ada 13.200 unit, kemudian dianggarkan untuk 50 unit, jadi masih ada sisa 13.150 unit lagi. Pada 2011, pihak pemkot menganggarkan untuk 110 unit KK, tersisa 13.040 unit.

“Pada 2012 dianggarkan kembali untuk 204 unit 12.786 unit. Tahun ini dianggarkan kembali sebanyak 100 unit, dan masih ada sisa 12.686 unit lagi. Rencananya tahun ini ada juga bantuan dari APBD Provinai Banten untuk 28 unit. Kalau program dari provinsi sudah berjalan, RTLH di Kota Serang tersisa 12.658 unit lagi,” kata Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Kota Serang, Agus Muhamad Arip di ruang kerjanya, Senin (26/8).

Diungkapkan, Agus, dari enam kecamatan di Kota Serang, yang paling banyak terdapat RTLH adalah kecamatan Kasemen. Seperti diketahui, kecamatan tersebut merupakan kantong kemiskinannya paling tinggi di Kota Serang. “Di Kasemen jumlah penduduknya banyak, akan tetapi tidak dibarengi dengan perekonomian yang kurang berjalan,” ujarnya.

Agus menuturkan, untuk menuntaskan program RTLH ini, tidak hanya Dinsos saja, akan tetapi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) juga mempunyai program yang sama. Pada APBD perubahan Pemkot Serang juga akan menganggarkan untuk 15 unit RTLH. “Dalam pemberian bantuan program RTLH ini, yang kami prioritaskan adalah para pemegang kartu BLSM atau Raskin,” ungkap Agus.

Dijelaskan Agus, alasan pemilik kartu BLSM atau raskin diprioritaskan, karena lebih fokus dan mengena sasarannya. Hal ini juga dilakukan, data BLSM ini lebih akurat, karena hasil pendadtaan Program Perlindungan sosial (PPLS) 2011. “Ini kan masyarakat kurang mampu yang sudah terdata, jadi lebih valid, dimana untuk di Kota Serang pemilik Kartu BLSM itu ada 17.121 KK,” katanya.

Ia menambahkan, penerima bantuan RTLH ini, adalah tanah yang dibangun itu milik pribadi, bukan punya orang lain, apalagi sengketa. “Jika tanah itu bukan milik pribadi, meski miskin dan penerima BLSM, tidak bisa diberikan,” tambahnya.(APP/RIF)

 




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus