Sabtu, 31 Agustus 2013 - 12:52:15 WIB



SERANG, BP - Sebanyak 36 dari 229 calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Provinsi Banten dinyatakan gugur. Ke-36 orang itu tidak hadir saat tes tahap pertama tentang psikotes, kejujuran dan integritas.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Banten Anwar Mas'ud yang didampingi Kepala Bidang  Pengembangan Sumber Daya Aparatur (SDA) pada BKD Banten Herry, Purnomo, Jumat (30/8), mengatakan, ke-36 orang yang dinyatakan gugur itu tidak bisa mengikuti seleksi selanjutnya.

"Kalau tidak hadir dalam tes psikologi, integritas dan kejujuran, maka calon praja itu dinyatakan gugur, atau tidak bisa ikut dalam tahap selanjutnya,” kata Anwar.

Diungkapkan Anwar, para calon praja IPDN yang dinyatakan lolos tes tahap pertama kemudian akan mengikuti tes kesehatan dan kesamaptaan.

Untuk tes kesehatan akan dilaksanakan di Rumah Sakit Kencana, Kota Serang."Kalau untuk tes Kesampataan masih tentatif, apakah nanti dilakukan oleh Polda Banten atau Korem 064 MY. Kita masih koordinasi dulu dengan panitia dari Kemdagri (Kementerian Dalam Negeri," imbuhnya.

Meski begitu, kata Anwar, mereka yang mengikuti tes tahap pertama juga belum dinyatakan lolos, karena pengumuman terkait kelulusan tes tahap pertama itu akan disampaikan oleh tim perekrutan dari Kemendagri. “Kemungkinan pengumumannya minggu ke dua bulan September," ujarnya.

Sebanyak 229 orang terdaftar sebagai calon praja IPDN asal Banten pada tahun ini. Mereka terdiri dari Kota Cilegon sebanyak 22 orang, Kabupaten Serang  37 orang, Kabupaten Pandeglang  17 orang, Kabupaten Lebak sebanyak 14 orang, Kota Tangerang sebanyak 34 orang, Kabupaten Tangerang sebanyak 42 orang, Kota Serang sebanyak 28 orang dan Kota Tangerang Selatan  sebanyak 35 orang. (RUS/IDM)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus