banten pos news
pasang-iklan-banten-pos-news

Harga Kedelai Meroket

Senin, 02 September 2013 - 11:11:09 WIB



Ketua KOPTI Kabupten Lebak, Sudarso memperlihatkan jenis kacang kedelai impor dari Amerika. Dalam satu bulan ini, harga kacang kedelai melonjak tajam sehingga membuat perajin tahu dan tempe terancam gulung tikar.

RANGKASBITUNG, BP - Pengrajin tahu dan tempe mengeluhkan naiknya harga kacang kedelai hingga mencapai Rp9.200 per kilogramnya dalam sebulan terakhir ini. Sebelumnya, harga kacang kedelai di pasaran hanya Rp7.500, namun setiap hari selalu mengalami kenaikan.

"Kalau begini terus sudah bisa dipastikan kami akan mengalami kebangkrutan, atau gulung tikar. Sarena kenaikannya sudah sudah tidak wajar lagi,” ujar Cantel, salah seorang pengrajin tahu tempe di Kampung Lebaksambel, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Minggu (1/9).

Untuk  mensiasati agar penjualan tahu dan tempe tetap terjangkau dan tidak ada kenaikan harga, Cantel mengaku terpaksa  memperkecil ukuran atau mengurangi takaran kedelai dari biasanya. "Kami terpaksa mempekecil ukuran tahu dan tempenya, karena kalau ukurannya seperti biasa, harga tahu dan tempe akan naik hingga dua kali lipat dari harga yang sebelumnya," ujarnya.

Di tempat terpisah, Ketua Koperasi Tahu Tempe (Kopti) Kabupaten Lebak, Sudarso yang ditemui BANTEN POS mengaku khawatir terhadap kenaikan kacang kedelai ini. Menurutnya, kenaikan ini akan berimbas pada kelangsungan pengrajin tahu dan tempe di Kabupaten Lebak yang jumlahnya mencapai 290 orang.

Tidak stabilnya harga kacang kedelai, menurutnya dipicu oleh beberapa hal, seperti melemahnya rupiah terhadap dolar, permainan para importir dan tidak tersedianya kedelai lokal. "Untuk stok, sampai saat ini tidak ada masalah. Namun kacang kedelai yang ada saat ini merupakan kedelai impor dari Amerika, buka kedelai lokal," kata Sudarso.

Dia menerangkan, pengadaan kacang kedelai untuk pengrajin tahu dan tempe di Kabupaten Lebakj, Kopti mendatangkannya dari Kopti Serang. Sedangkan kebutuhan kedelai untuk 290 pengrajin per bulannya tidak kurang dari 90 ton, namun sejak harga kacang kedelai mengalami peningkatan berkurang hanya 65 ton. Sejak harga kacang kedelai melonjak, lanjutnya, para pengrajin tahu dan tempe mengurangi jatah pembelian kedelainya.

“Pemerintah melalui Bulog seharusnya merealisasikan PP Nomor: 32/2013 tentang Penugasan untuk Pengamanan Harga dan Penyaluran Kedelai serta Permendagri Nomor: 26/M-DAG/PER/5/2013 yang menyatakan, bahwa harga pembelian kedelai dari petani dipatok Rp7.000 dan harga untuk para pengrajin Rp7500," pungkasnya.(K-2/MOR)




BACA JUGA:

pasang-iklan-banten-pos-news


KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
pasang-iklan-banten-pos-news
poling banten pos news
Vote!