Kamis, 21 Maret 2013 - 11:47:55 WIB



JAKARTA, BP – Kalangan mahasiswa dan pelajar menjadi kelompok kedua tertinggi kasus penyalahgunaan narkoba setelah pekerja. Untuk pekerja, mungkin dapat dimaklumi karena telah memiliki penghasilan untuk membeli barang haram yang harganya cukup mahal.

“Bagi mahasiswa dan pelajar yang masih menggantungkan biaya dari orangtua,  tentunya meresahkan, baik bagi orangtua, keluarga, masyarakat maupun pemerintah. Karena itu, kami memfokuskan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada pekerja dan mahasiswa serta pelajar,” kata Kasubdit Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN), Siti Alfiasih saat penyuluhan bahaya narkoba di Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta Selatan.

BNN, kata dia, terus memberikan pembekalan, pelatihan dan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba kepada kalangan mahasiswa dan pelajar. Penyuluhan juga ditujukan untuk membentuk pemikiran dan perilaku mahasiswa dan pelajar agar menjadi anti narkoba.
    
BNN memberikan pelatihan anti narkoba kepada lebih dari 100 mahasiswa yang menimba ilmu di kampus UBL. Selain itu, penyuluhan dan pembekalan juga dilakukan BNN di lima yang ada di Jakarta Selatan. Kegiatan itu mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa yang menyadari dampak buruk dari penyalahgunaan narkoba.
    
Pada penyuluhan amnti narkoba itu, BNN menghadirkan narasumber diantaranya, dr Shandy P Noverina, pakar adiksi dan rehabilitasi dari RSKO, pakar pendidikan dan motivator Dedi Dwitagama, Direktur Advokasi BNN, dr Victor yang memberikan pemahaman bahaya narkoba melalui metode edutainment.
    
Sedangkan Direktur Peran Serta BNN, Brigjen Pol Siswandi, lebih memberikan pembekalan dalam penyuluhan anti narkoba dengan penguatan dari sisi hukum dan menangkal kejahatan narkoba. “Kegiatan ini menegaskan komitmen BNN bersama masyarakat untuk mencapai target Indonesia bebas dari narkoba,” tandas Siswandi.(AMN/ODI)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
Designed by: www.BantenWebsiteMurah.com Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net