banten pos news
pasang-iklan-banten-pos-news

RSUD Kejar RS Tipe B Pendidikan

Rabu, 23 Oktober 2013 - 11:02:04 WIB



CILEGON, BP - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon terus berbenah. Hal itu dilakukan untuk mengejar klasifikasi rumah sakit tipe B pendidikan. Sementara saat ini, rumah sakit kebanggaan masyarakat Cilegon tersebut masih masuk kategori tipe C.

Dalam rangka mewujudkan Rumah Sakit (RS) Pendidikan akhir tahun ini, manajemen RSUD menggelar Lokakarya di Aula RSUD Cilegon, Selasa (22/10).

Hadir dalam pembukaan acara lokakarya tersebut, Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi, Asda III Pemkot Cilegon Sari Suryati, Kepala Bappeda Rt Ati Marliati, Kepala Dinkes Arriadna, Dekan Fakultas Kedokteran Yarsi Arta Budi Duarsa serta jajaran pimpinan RSUD Cilegon.

Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi dalam sambutannya mengatakan, keberadaan rumah sakit tipe B Pendidikan mempunyai arti penting dan strategis dalam rangka meningkatkan pelayanan. Hal itu sesuai dengan misi rumah sakit pendidikan yang disamping berfungsi memberikan pelayanan kesehatan juga berfungsi sebagai wahana peningkatan kompetensi calon dokter dan calon spesialis. "Kami mendukung sepenuhnya upaya RSUD Cilegon untuk menjadi RS pendidikan, semoga akhir tahun ini sudah terwujud," ungkapnya.

Menurut Iman, semakin berkembangnya fakultas kedokteran di sejumlah perguruan tinggi yang ada di Provinsi Banten, hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi RSUD Cilegon menjadi rumah sakit tipe B pendidikan. Sehingga tahun depan sudah bisa memenuhi klasifikasi sebagai rumah sakit tipe A. "Kami optimis bahwa RSUD Cilegon mampu menjadi RS pendidikan pada tahun ini," jelasnya.

Direktur RSUD Cilegon dr Zainoel Arifin mengatakan, jika RSUD telah mendapatkan akreditasi tipe B pendidikan, maka RSUD Cilegon dalam penyelenggaraannya berfungsi ganda, yakni selain berfungsi memberikan pelayanan medis kepada masyarakat, juga berfungsi sebagai tempat pembelajaran klinik bagi calon dokter dan tenaga kesehatan lainnya. "Hingga saat ini persiapannya sudah mencapai 70 persen, sementara masih ada hal-hal lain yang saat ini masih diproses untuk mewujudkan RSUD menjadi RS pendidikan Desember mendatang," katanya.

Terpisah, Ketua LSM Rumah Hijau Supriyadi menilai, mimpi RSUD Cilegon menjadi rumah sakit pendidikan harus diapresiasi, hanya saja, Supriyadi mengingatkan agar manajemen RSUD Cilegon tetap fokus pada tugas utamanya, yakni melayani masyarakat Cilegon yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
"Selama ini masih banyak keluhan dari masyarakat terkait pelayanan RSUD Cilegon, itu juga perlu dibenahi. Percuma saja menjadi RS pendidikan kalau pelayanan terhadap masyarakat tidak optimal. Seperti ketidaknyamanan karena banyak pedagang yang berkeliaran di rumah sakit, asap rokok maupun tumpukan sampah yang kadang masih sering tidak dikelola dengan baik," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Cilegon Muhamad Tahyar saat dimintai tanggapannya mengatakan, upaya RSUD Cilegon menjadi RS pendidikan merupakan langkah maju, namun dirinya tetap menyarankan agar manajemen pelayanan RSUD kepada masyarakat† tetap menjadi prioritas utama. "RSUD Cilegon merupakan salah satu mitra kerja Komisi II, memang sejauh ini pelayanan semakin baik, namun masih ada keluhan dari warga yang disampaikan kepada Komisi II terkait pelayanan RSUD Cilegon," jelasnya. (CR2)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
poling banten pos news
Vote!