Jumat, 22 Maret 2013 - 11:58:02 WIB



Infrastruktur Buruk Karena Mental Pejabat

SERANG, BP - Buruknya kualitas infrastruktur di Banten, dituding disebabkan oleh buruknya mental pejabat di Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten. Tudingan itu muncul menyusul pernyataan Kasi Jembatan DBMTR Banten, Dinihari, yang menyatakan pekerjaan jalan di Banten hanya terealisasi 50 persen dari pekerjaan yang dianggarkan.

Dalam pemberitaan kemarin, Dinihari menyatakan, pekerjaannya layak jadi pilot project karena realisasinya mencapai 75 persen. Lebih baik dari pekerjaan pembangunan jalan lain yang dikerjakan DBMTR Banten karena realisasinya maksimal hanya mencapai 50 persen.

Menanggapi hal itu, pemerhati pembangunan di wilayah Banten selatan, Iwan menilai, pernyataan itu mengungkapkan buruknya mental pejabat di DBMTR Banten. Menurutnya, pejabat merasa bangga walau pekerjaannya tidak mencapai 100 persen, meski pada kenyataannya anggaran yang dialokasikan terserap sepenuhnya.

"Pejabat menilai pekerjaan yang terealisasi 50 persen atau 75 persen adalah hal biasa. Padahal, kondisi itu jelas menggambarkan kerugian negara yang timbul akibat pekerjaan yang tak pernah mencapai 100 persen," kata Iwan yang juga penggiat LSM Gerakan Masyarakat Pencinta Tanah Air (Gempita), Kamis (21/3).

Dalam kondisi itu, kata Iwan, wajar saja bila akhirnya perbaikan infrastruktur di wilayah Banten selatan menjadi jauh dari harapan masyarakat. Karena, pembangunan dan pemeliharaan jalan yang dilakukan di wilayah itu tak pernah dikerjakan sesuai ketentuan.

“Saya kira, pernyataan ibu Dini sebagai pejabat DBMTR bisa menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk membongkar penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di instansi itu,” tegasnya.

Terpisah, seorang pengusaha yang enggan disebutkan namanya, menyayangkan pernyataan Dinihari. Menurutnya, statement itu bisa menjadi preseden buruk dalam pembangunan infrastruktur di Banten. Apalagi, dikatakannya, para pengusaha di Banten memiliki komitmen untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin demi kemajuan Provinsi Banten.

“Pernyataan itu seolah-olah menyudutkan kami sebagai pihak ketiga yang melaksanakan pekerjaan jalan. Karenanya, hal itu seperti melemparkan tanggung jawab atas buruknya kualitas pekerjaan kepada pihak lain,” sesalnya.

Diberitakan sebelumnya, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pilot Project Pembangunan Jalan Sesuai Standar Teknis Bina Marga, Dinihari, membantah pemberitaan yang menyebutkan proyek tersebut gagal, Rabu (20/3). Menurutnya, proyek itu berjalan baik karena penyelesaiannya mencapai 75 persen dari rencana kegiatan.

Proyek percontohan pembangunan jalan provinsi yang dikerjakan Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten dianggap sebagai proyek gagal. Pasalnya, proyek dengan nomenklatur Pilot Project Pembangunan Jalan Sesuai Standar Teknis Bina Marga yang dikerjakan pada tahun lalu, kini kondisinya sudah rusak parah.

“Kita kan tahu kondisi di Banten, kebanyakan pembangunan jalan di Provinsi Banten realisasinya hanya 50 persen pun sudah maksimal. Kalau Proyek yang saya kerjakan saya kira tidak gagal,” bantah Dinihari kepada BANTEN POS, seraya menyatakan realisasi pekerjaannya mencapai lebih dari 75 persen.(ENK)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
Designed by: www.BantenWebsiteMurah.com Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net