banten pos news
pasang-iklan-banten-pos-news

Pendaftaran SBMPTN Dibuka 13 Mei

Rabu, 27 Maret 2013 - 10:54:45 WIB



SERANG, BP - Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan dimulai 13 Mei mendatang. Sistem pendaftaran antara SBMPTN dengan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) hampir sama, yang membedakan hanya SBMPTN melalui test. Sedangkan SNMPTN berdasarkan prestasi siswa di sekolah. Sekolah tidak harus melakukan input data ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Selain itu, SNMPTN biaya pendaftaran ditanggung pemerintah, sedangkan SBMPTN dibebankan kepada pendaftar.

Kepala Sub Bagian Humas Untirta, Agustiar Halwani mengatakan, ada perbedaan istilah pemilihan jurusan untuk SBMPTN tahun ini. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) saat ini istilahnya diganti dengan  Science dan Teknologi (Scientek), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menjadi Sosial Humaniora (Soshum), sedangkan untuk pilihan jurusan campuran tidak berubah, yakni masih menggunakan istilah Ilmu Pengetahuan Campuran (IPC).

“Pendaftarannya seperti biasa dilakukan secara online melalui situs snmptn.or.id. Untuk pembayarannya Scientek dan Soshum sebesar Rp175 ribu, dan IPC Rp200 ribu. Pembayaran di semua kantor Bank Mandiri. SBMPTN ini berskala nasional dan tidak ada batasan pendaftar, yakni bebas. Setelah membayar, calon pendaftar akan diberikan PIN sebagai kunci masuk untuk mendaftar,” kata Agus di ruang kerjanya, Selasa (26/3).

Agus menjelaskan, langkah awal untuk mendaftar SBMPTN adalah dengan membuka situs snmptn.or.id, selanjutnya pilih SBMPTN, pilih daftar, masukan PIN yang sudah diberikan, dan mengisi biodata sesuai dengan yang diinstruksikan dalam situs tersebut. Walaupun belum memiliki PIN, apabila hanya untuk mengetahui informasi, bisa membuka situs tersebut.

“PIN hanya untuk mendaftar, sedangkan jika ingin mengetahui informasi seputar SBMPTN, jadwal test, perguruan tinggi negeri, termasuk program studinya bisa diakses dalam situs tersebut. Sistem pendaftaran ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi,” ujar Agus.

Agus mengungkapkan, kuota penerimaan mahasiswa dari jalur SBMPTN hanya 20 persen dari jumlah penerimaan mahasiswa baru. Jika Untirta menerima mahasiswa baru 300 orang, maka dari jalur SBMPTN hanya sekitar 600 mahasiswa. SNMPTN 50 persen sekitar 1.500 mahasiwa, dan sisanya Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMBPT) yakni 30 persen atau sekitar 900 mahasiswa.

“Dari kuota penerimaan mahasiswa baru juga ada yang masuk kepada program beasiswa Bidikmisi (Biaya Pendidikan Miskin Berprestasi, red),” ungkapnya.

Agus mengakui, kendala yang dihadapi adalah terbatasnya waktu sosialisasi kepada pihak sekolah. Bahkan sampai saat ini, Untirta sebagai koordinator untuk Banten belum mempunyai jadwal sosialisasi. Kendala lainnya adalah, banyak sekolah pedalaman yang belum terakses jaringan internet atau pihak sekolahnya yang belum mengenal Teknologi Informasi (TI).

“Jumlah SLTA se-Banten adalah 1.019 sekolah, sedangkan waktu sosialisasi hanya sebulan lebih. Kami akan bekerjasama dengan koordinator kabupaten atau kota, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama. Kami juga siap memberikan informasi apabila ada sekolah yang datang ke Untirta,” tutur Agus.(APP/RIF)      








BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus
poling banten pos news
Vote!