Jumat, 10 Januari 2014 - 13:14:18 WIB



SETU, BP - Penerapan Peraturan Daerah (Perda) larangan penjualan minuman keras (Miras) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) rupanya terhambat menyusul kelaurnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 74 Tahun 2013 tentang pengendalian penjualan Miras.
Ketua Komisi II, DPRD Kota Tangsel Siti Khodijah mengatakan, dalam Perpres Nomor 74 Tahun 2013 ditegaskan tentang diperbolehkannya Miras di tempat tertentu, seperti bar, restaurant, hotel bintang 3, 4 dan 5.
Perpres itu, kata Khodijah, bertolak dengan Perda Penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran Usaha Perindustrian dan Perdagangan yang didalamnya juga terdapat aturan pelarangan penjualan Miras di Kota Tangsel.
"Perpres keluar setelah Perda Penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran Usaha Perindustrian dan Perdagangan diterbitkan. Perpres lebih tinggi ketimbang Perda," ungkap Khodijah kepada wartawan, Kamis (9/1/2013.
Saat ini, kata dia, pihaknya sedang berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait terbitnya Perpres tersebut. Terkait eksistensi Perda Penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran Usaha Perindustrian dan Perdagangan, menurut Siti, tak berlaku setelah turunnya Perpres.
"Kami masih menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait benturan aturan itu," akunya seraya mengakui Perda tidak bisa digugurkan begitu saja. Sebab, seluruh tahapan pembuatan Perda telah melalui proses cukup panjang. Seperti dialog dengan MUI, ormas kepemudaan, hingga pengusaha temapt hiburan.
Pihaknya kini sedang mencari celah agar Perda tersebut bisa berjalan, meski Perpres diberlakukan. Hal itu mengingat keberadaan Miras di Kota Tangsel dianggap sudah sangat mengkhawatirkan. "Kami koordinasi dulu dengan Kemendagri, apakah dibatalkan atau ada kajian lain," paparnya.
Ketua MUI Kota Tangsel, Saidih mengatakan, walaupun bertolak belakang dengan Perpres tersebut, namun Perda anti Miras harus segera diterapkan. Jika Perda Miras tidak segera disosialisasikan akan berdampak tidak berfungsinya aturan tersebut. Perda Miras harus dimaksimalkan sesuai motto Kota Tangsel, cerdas, modern, religius bukan cuma sebagai kata-kata saja, tegasnya.(AZH/ODI)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus