Selasa, 02 April 2013 - 12:12:13 WIB



SERANG, BP - Adanya ancaman Honorer Katagori 1(K1) akan dinyatakan gugur, jika terlambat pemberkasannya sesuai tenggat waktu 8 Maret 2013 lalu, membuat ribuan Honorer K1 se-Banten resah. Namun Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten memastikan 781 Honorer K1 Pemprov Banten aman.

Akan tetapi, meskipun sudah dinyatakan aman karenanya berkasnya sudah dilakukan verifikasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur negara dan reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB),  Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Inspektorat Provinsi Banten, namun sebanyak 781 honorer K 1 Provinsi Banten,  harus melalui Audit Tujuan Tertentu (ATT) oleh KemenPAN-RB.

Kepala Badan Kepegawian Daerah (BKD) Provinsi Banten, Anwar Mas’ud,  Senin (1/4) mengatakan,  sebanyak 781 honorer K 1 yang telah dilakukan verifikasi oleh KemenPAN-RBH, BKN dan Inspektorat merupakan jumlah yang telah lolos dari verifikasi.

“Awalnya honorer K 1 itu jumlahnya 900-an lebih, tetapi setelah dilakukan verifikasi data tahun 2012, dan bulannya kalau tidak salah November, maka yang dinyatakan lolos persyaratan itu hanya 781 saja, sedangkan sisianya tidak memenuhi persyaratan,” katanya.

Diberitakan BANTEN POS sebelumnya, Honorer K 1 yang menyerahkan berkas dan pengaduan melebihi batas waktu yang telah ditetapkan yakni, 8 maret 2013 terancam tidak akan diangkat menjadi CPNS.  Alasanya, KemenPAN-RB menolak memproses data honorer K1 yang masuk diatas tanggal 8 Maret tersebut. Pasalnya batas waktu tanggal tersebut merupakan kesepakatan bersama antara pemerintah dan DPR RI.

Masih menurut Anwar,  pihaknya berharap ada jawaban pasti dari pemerintah pusat mengenai kelanjutan honorer K 1 Provinsi Banten yang saat ini belum juga mendapatkan formasi. “Kalau kami sekarang masih menunggu klarifikasi dari KemenPAN-RB mengenai ATT, karena kalau berkas sudah diverifikasi sebelumnya pada tahun lalu,” ujarnya.

Dia mengungkapkan,  mengenai ATT yang akan dilakukan oleh pihak KemenPAN-RB terhadap honerer K1 sedang dipersiapkan, termasuk meminta penjelasan, apa saja yang harus dipersiapkan oleh BKD Provinsi Banten sebelum tim dari KemenPAN-RB melakukan ATT .

“Beberapa waktu lalu, surat meminta penjelasan kepda KemenPAN-RB sudah kami layangkan, dan sampai sekarang surat balsan dari pemerintah pusat belum ada balasan,” ungkapnya.

Jika yang akan dilakukan ATT adalah berkas dan dokumen  781 honorer K1 yang diangkat CPNS, maka secara umum, BKD telah memiliki berkas dan dokumennya.

”Kalau untuk dokumen itu, sebagian besar  BKD sudah memegangnya. Tapi penjelasan yang kami minta ini  adalah persiapan secara menyeluruh, sehingga pada saat  ATT tidak bingung, dan semuanya sudah dipersiapkan,” jelasnya.

Dilain pihak, sejumlah tenaga honorer di lingkungan Pemprov Banten mengaku resah atas datangnya ancaman dari Kemenpan-RB yang akan menolak memproses berkas yang masuk setelah 8 Maret 2013. Kekhawatiran muncul, lantaran hingga saat ini belum ada kepastian terkait nasib ribuan honorer di lingkungan Pemprov Banten tersebut. “Sebetulnya nasib kami ini akan seperti apa? Sebelumnya kami mendapat informasi akan ada ATT, terus sampai saat ini belum juga kepastian. Kami berharap ada kejelasan tentang nasib kami ini,” ujar Mansur, tenaga honorer K1 di lingkungan Sekretariat DPRD Banten.

Keresana juga diutarakan para tenaga honorer di sejumlah SKPD dan lingkungan Setda Provinsi Banten. “Kami hanya butuh kepastian, sampai saat ini kami belum tau nasib kami. Apakah kami akan diangkat CPNS atau tidak. Sehubungan berita itu (ancaman KemenPAN-RB, red), saya dan teman-teman saya menjadi resah, ujar tenaga honorer dari Setda Banten, saat menghubungi BANTEN POS kemarin. Namun tenaga honorer ini meminta agar namanya dirahasiakan.  (RUS/DAM)




BACA JUGA:



KOMENTAR ANDA :
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi bantenposnews.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Bantenposnews.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

comments powered by Disqus